KUBINKA, iNews.id – Menteri Pertahanan Korea Utara, Hyon Yong Chol, menilai kemungkinan dimulainya perang nuklir di Semenanjung Korea bukan persoalan utama yang perlu dijawab. Menurut dia, yang harus dipertanyakan justru adalah siapa yang akan memulainya dan kapan itu akan terjadi.
“Perang nuklir di Semenanjung Korea bukan lagi persoalan akan terjadi atau tidak, tetapi persoalan siapa yang akan memulainya dan kapan,” kata menhan Korut itu dalam Konferensi Keamanan Internasional Moskow ke-11, Selasa (15/8/2023).
Serangan Israel Berlanjut, Warga Palestina Dikunci Paksa di Tepi Barat
“Kegilaan atas perang nuklir yang dilakukan Amerika Serikat dan bonekanya di Republik Korea (maksudnya Korea Selatan) adalah mengubah Semenanjung Korea dan Asia Timur Laut menjadi sarang baru perang nuklir,” ujar Hyon.
Dia berpendapat, situasi politik dan militer saat ini menunjukkan bahwa penyelesaian masalah di Semenanjung Korea lewat dialog hanya omong kosong belaka. Pasalnya, tindakan AS sama sekali tidak menunjukkan iktikad untuk mencapai perdamaian.
Kim Jong Un Pecat Jenderal Tertinggi Korut, Serukan Persiapan untuk Perang
“Kami sangat yakin bahwa solusi dari setiap masalah melalui dialog dan negosiasi tidak mungkin jika Amerika Serikat tidak mengakui kegagalan total kebijakan permusuhannya terhadap DPRK (Korea Utara) dan tidak sepenuhnya dan tidak dapat ditarik kembali meninggalkan garis konfrontasinya selamanya,” kata menteri itu lagi.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku