Korut Sebut Mantan Wapres AS Joe Biden Anjing Gila
SEOUL, iNews.id - Korea Utara (Korut) mengeluarkan kecaman keras terhadap kandidat calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden. Korut menyebut mantan wakil presiden itu anjing gila, meminjam julukan yang diberikan Donald Trump.
"Joe Biden memiliki keberanian memfitnah martabat kepemimpinan tertinggi DPRK," demikian laporan kantor berita resmi KCNA, merujuk pada nama resmi Korut.
"Anjing-anjing gila seperti Biden dapat melukai banyak orang jika mereka diizinkan berlari," lanjutnya, seperti dilaporkan AFP, Jumat (15/11/2019).
"Mereka harus dipukuli sampai mati dengan tongkat."
Sebut Kim Jong Un Diktator, Kandidat Capres AS Joe Biden Dikecam Media Korut
"Melakukan itu akan bermanfaat bagi AS juga," sebut KCNA, menambahkan.
Masih belum jelas apa yang memicu kemarahan Korut, namun kampanye Biden pada pekan ini mengutuk kebijakan luar negeri Trump. Kampanye itu berisi pernyataan "diktator dan tiran dipuji, sekutu kita disingkirkan".
Tantang Trump, Mantan Wakil Presiden Joe Biden Maju Pilpres AS 2020
Suara dalam tayangan KCNA terdengar menyebut kata "tiran" ketika menampilkan gambar saat Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un bertemu dan berjabat tangan di KTT Singapura tahun lalu.
KCNA juga mengutip salah satu hinaan yang disukai Trump untuk Biden "Sleepy Joe". KCNA menyebut, banyak orang Amerika memanggil sang mantan wapres: 'Biden tak terbangun dari tidurnya'.
"Biden menunjukkan tanda tahap akhir demensia," lapor KCNA.
"Sepertinya sudah tiba saatnya bagi Biden untuk meninggalkan kehidupannya."
KCNA salah mengeja nama Biden dengan menulis "Baiden", lantaran mengikuti ejaan alfabet Korea.
Ini bukan pertama kalinya Korut mengutuk Biden. Pada Mei, KCNA menyebut Biden bodoh dan "kebodohan dengan IQ rendah", beberapa hari setelah Biden menyebut Kim Jong Un sebagai diktator dan tiran.
Trump sendiri juga pernah menjadi target kemarahan Korut.
Pada 2017, kedua pemimpin saling melemparkan hinaan pribadi dan ancaman perang sebelum berupaya berdiplomasi yang membuahkan tiga kali pertemuan. Trump juga berulang kali menyatakan persahabatan pribadi dirinya dan Kim, meskipun negosiasi denuklirisasi mandek.
Editor: Nathania Riris Michico