Korut Tembakkan 2 Rudal Setelah Kapal Selam Bersenjata Nuklir AS Tiba di Korsel
TOKYO, iNews.id - Korea Utara (Korut) menembakkan dua rudal balistik, Rabu (19/7/2023) pagi waktu setempat. Peluncuran rudal itu berlangsung beberapa jam setelah kapal selam bersenjata rudal nuklir (SSBN) Amerika Serikat (AS) tiba di Korea Selatan (Korsel). Kehadiran kapal selam AS bersenjata rudal balistik nuklir itu merupakan yang pertama sejak 1980.
Kepala Staf Gabungan (JCS) Korea Selatan mendesak Korut mengecam langkah Korut seraya mendesak agar menghentikan peluncuran rudalnya lagi.
"Kami mengutuk keras peluncuran rudal balistik Korea Utara berturut-turut sebagai tindakan provokatif yang merusak perdamaian dan stabilitas Semenanjung Korea serta masyarakat internasional, dan jelas merupakan pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB," bunyi pernyataan JCS, dikutip dari Reuters.
Komando Indo-Pasifik AS menyatakan sudah mengetahui peluncuran rudal tersebut dan berkonsultasi dengan sekutu dan mitranya.
AS Khawatir Korut Uji Coba Senjata Nuklir Lagi
Disebutkan, peluncuran itu tidak menimbulkan ancaman langsung bagi AS atau sekutu, namun bisa membuat ketidakstabilan kondisi di kawasan akibat program senjata Korut yang melanggar hukum.
ASEAN Kecewa dengan Uji Coba Rudal Antarbenua Hwasong-18 Korut
Militer Jepang menyebut kedua rudal jatuh di luar perairan Zona Ekonomi Eksklusifnya (ZEE).
Menteri Pertahanan Jepang Yasukazu Hamada mengatakan, rudal pertama meluncur pada ketinggian 50 km dan menempuh jarak 550 km. Rudal kedua terbang pada ketinggian 50 km dan jatuh pada jarak 600 km.
Rudal Korut Terbang 74 Menit Sejauh 1.000 Km, Bikin Jepang dan Korsel Resah
Jepang, kata Hamada, telah mengajukan protes atas peluncuran rudal melalui saluran diplomatik.
Pekan lalu Korut menguji coba rudal balistik antarbenua (ICBM) terbarunya, Hwasong-18. Korut menyebut peluncuran itu sebagai peringatan bagi AS dan musuh lainnya yang meningkatkan aktivitas militer di kawasan.
Editor: Anton Suhartono