Kreatif, Pria Ini Ubah Pohon Tumbang Jadi Karya Seni
DARWIN, iNews.id - Karya seni tak harus selalu berkaitan dengan peralatan yang mahal atau benda-benda yang dipamerkan di gedung-gedung megah. Karya seni ciptaan Joel Mitchell membuktikan bahwa karya seni bisa melibatkan benda seperti gergaji dan pohon yang hampir dihancurkan menjadi serbuk kayu.
Laksana seorang pelukis profesional, Mitchell berhasil mengubah pohon mahoni Afrika yang berada di pinggiran kota dan nyaris tumbang seluruhnya menjadi sebuah karya seni berharga.
"Itu bagian dari keindahan sebuah kayu. Apa yang Anda lihat di luar sangat jarang menggambarkan apa yang ada di dalamnya; setiap pohon berbeda dan setiap spesies pohon memiliki karakteristiknya sendiri," kata Mitchell.
Setelah lebih dari 5 jam, batang pohon yang tebal dari pohon mahoni Afrika itu dipahat menggunakan gergaji, yang kemudian berubah menyerupai pohon tumbang yang saling bertautan.
Dilapisi serbuk gergaji dan keringat, seniman itu mengupas lapisan luar dari kulit kayu batang pohon itu untuk mengungkapkan warna kuning keemasan kulit pohon.
"Ketika Anda mulai mengukirnya, Anda akan menemukan garis kontur, warna, dan tekstur yang luar biasa dan warna-warna kontras yang sangat indah," ujarnya.
Mitchell memahat kayu sebagai hobi selama sekitar 20 tahun, namun dia menjadikan hobinya itu sebagai profesi tetap baru belakangan ini.
Sekarang dia memiliki pameran yang lebih besar di saluran pipa.
Pekerjaan seni dari pohon tumbang dipilihnya karena lokasinya yang umum dan waktu yang tepat.
Sejak Topan Marcus melanda daerah itu beberapa waktu lalu, Wali Kota Darwin setempat mengajukan permohonan kepada dewan untuk mempertimbangkan memindahkan pohon-pohon besar yang rentan akarnya dari wilayah tersebut untuk selamanya.
Bahkan kelompok kerja juga dibentuk untuk memberikan kehidupan kedua bagi pohon-pohon tumbang yang berserakan di jalan-jalan, selain membuangnya ke mesin penghancur kayu.
"Saya kira pohon-pohon itu nantinya akan ditempatkan di ruang publik sehingga orang dapat melihat pohon-pohon itu dalam bentuk sedikit berbeda daripada hanya sekedar sampah," kata Mitchell, yang terlibat dengan kelompok kerja.
Namun, dia menyebut masa depan bagi karya terbarunya belum pasti, dan bukan kewenangannya untuk memutuskan hal tersebut.
"Semua tergantung dewan kota kawasan ini dan ini adalah pohon miliki pemerintah kota, jadi saya tidak tahu apa yang akan dilakukan dewan kota dengan pohon itu. Aku tahu di media sosial ada banyak percakapan tentang siapa yang akan mendapatkannya, dan ada banyak minat, tapi pohon itu bukan milik saya," kata Mitchell, menjelaskan.
Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Kota Darwin mengatakan akan tetap terbuka terkait gagasan melestarikan karya seni pohon tumbang tersebut.
"Sementara dewan kota senang mempertimbangkan gagasan itu, saat ini prioritas kami tetap dalam mengelola hal-hal yang mendesak dan kesehatan dan keselamatan publik," demikian isi pernyataan tersebut.
Editor: Nathania Riris Michico