Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Kremlin: Putin Masih Tidur saat Debat Capres Trump dan Biden Berlangsung

Jumat, 28 Juni 2024 - 21:28:00 WIB
Kremlin: Putin Masih Tidur saat Debat Capres Trump dan Biden Berlangsung
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Presiden Rusia Vladimir Putin dikatakan tidak menyaksikan debat calon presiden AS antara Joe Biden dan Donald Trump, Kamis (27/9/2024) malam waktu AS, karena masih tidur. Menurut Kremlin (Istana Kepresidenan Rusia), Putin tidak bangun malam-malam hanya untuk menonton debat itu. 

“Begini, menurut saya kalian tidak mengira presiden Rusia akan menyetel jam alarm, bangun sebelum pagi, dan menonton perdebatan di Amerika Serikat?” ujar Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan ketika ditanya apakah Putin mengikuti siaran debat Trump dan Biden.

Menurt Peskov, Rusia juga tidak perlu mengomentari urusan politik dalam negeri AS. “Kami mempunyai banyak isu yang benar-benar penting bagi negara kami, yang relevan bagi kami. Ini adalah isu-isu yang sedang ditangani oleh presiden kami. Perdebatan di Amerika Serikat bukanlah bagian dari isu-isu utama dalam agenda (Rusia),” ucapnya.

Putin sebelumnya memang pernah menyatakan ketidakpeduliannya terhadap hasil Pilpres AS 2024 yang akan digelar pada November nanti. Peskov pun mempertahankan pernyataan kepala negara Rusia itu.

Calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, dan Presiden petahana Joe Biden menjalani debat kandidat perdana pada Kamis (27/6/2024) malam waktu setempat atau Jumat (28/6/2024) dini hari waktu Moskow, Rusia. Debat selama 90 menit itu diselenggarakan oleh CNN di Atlanta, Negara Bagian Georgia.

Reuters melansir, Biden menunjukkan kinerja yang buruk dalam debat perdananya dengan Trump. Sejumlah kalangan di Amerika pun kembali mempertanyakan apakah capres dari Partai Demokrat itu suda terlalu tua untuk menjabat kepala negara dua periode.

Dalam debat tersebut, Trump menilai kepemimpinan Biden lemah. Dia mengatakan, jika AS memang memiliki “presiden sejati” yang dihormati oleh Putin, pemimpin Rusia itu tentu tidak akan pernah melancarkan agresi militer skala penuh ke Ukraina.

Menjawab tudingan Trump itu, Biden mengatakan capres Partai Republik itu tidak mengerti situasi yang sebenarnya. “Silakan, biarkan Putin masuk dan mengendalikan Ukraina, lalu beralih ke Polandia dan tempat lain. Lihat apa yang terjadi nanti. Dia (Trump) tidak tahu apa yang dia bicarakan,” ucapnya.

Dalam sebuah wawancara pada Februari lalu, Putin mengatakan bahwa dia bersedia bekerja sama dengan siapa pun presiden terpilih AS nanti. Namun, dia mengaku lebih memilih Biden karena politikus senior Partai Demokrat. Alasan Putin, Biden adalah sosok yang lebih berpengalaman, mudah ditebak, dan juga politikus yang sudah ketinggalan zaman. 

Mendengar komentar sarkasme Putin itu, Biden pun murka dan menyebut pemimpin Rusia itu dengan sebutan yang kasar.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut