Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Janji Putin kepada Mojtaba Khamenei: Rusia Tak Akan Tinggalkan Iran Sendirian
Advertisement . Scroll to see content

Kremlin: Rusia Terlalu Besar dan Kuat untuk Dibuat Menyerah oleh Barat

Kamis, 11 Mei 2023 - 10:16:00 WIB
Kremlin: Rusia Terlalu Besar dan Kuat untuk Dibuat Menyerah oleh Barat
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai Rusia terlalu besar dan kuat untuk diperlakukan dengan semena-mena atau dibuat menyerah oleh Barat.(Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menilai kesalahan dari pihak Barat telah memaksa Moskow untuk melancarkan operasi militer di Ukraina sampai hari ini. Akan tetapi, Rusia menurutnya terlalu besar dan kuat untuk diperlakukan seperti itu atau dibuat menyerah oleh Barat.

“Sulit untuk mengatakan seperti apa masa depan (konflik Rusia dan Ukraina). Sekarang semua peristiwa terjadi begitu cepat, kemampuan kita terbatas untuk membuat ramalan, baik tentang ekonomi maupun politik,” kata  Peskov dalam sebuah wawancara dengan saluran ATV dari Bosnia dan Herzegovina. 

“Negara-negara Barat telah melakukan banyak hal buruk dan membuat banyak kesalahan, dan dengan demikian memaksa Rusia untuk memulai operasi khususnya,” kata jubir Pemerintah Rusia itu lagi seperti dikutip kembali kantor berita Sputnik, Kamis (11/5/2023).

Peskov mengatakan, pascapembubaran Uni Soviet, NATO tidak hanya memperluas pengaruhnya ke negara-negara bekas Blok Timur. Aliansi pimpinan Barat itu juga memperluas infrastruktur militernya menuju perbatasan Rusia.

“Negara-negara Barat menipu kami setelah runtuhnya Uni Soviet, mereka juga mengorganisasi enam gelombang ekspansi NATO,” ujarnya.

Menurut dia, kesalahan Barat inilah yang menyebabkan Presiden Rusia Vladimir Putin memutuskan untuk melancarkan operasi militer di Ukraina. “Rusia adalah negara yang terlalu besar untuk diperlakukan seperti itu dan Rusia adalah negara yang terlalu kuat untuk menyerah,” ucapnya.

Rusia telah melancarkan agresi militer di Ukraina sejak 24 Februari 2022. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi itu bertujuan untuk melindungi orang-orang yang menjadi sasaran “genosida” oleh rezim Kiev selama delapan tahun. 

Menurut Putin, tujuan akhir dari operasi tersebut adalah untuk membebaskan Donbas dan menciptakan kondisi yang menjamin keamanan Rusia di masa mendatang.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut