Krisis Kepercayaan di Pentagon, Pejabat Intelijen dan Militer Berguguran di Era Trump
WASHINGTON, iNews.id - Gelombang pencopotan pejabat tinggi di tubuh pertahanan Amerika Serikat (AS) semakin menebalkan kesan adanya krisis kepercayaan di era Presiden Donald Trump.
Terbaru, Kepala Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Jeffrey Kruse resmi dicopot setelah melaporkan bahwa serangan militer AS terhadap fasilitas nuklir Iran tidak sepenuhnya berhasil, bertentangan dengan klaim Trump.
Kruse, seorang perwira senior Angkatan Udara dengan rekam jejak panjang, dilaporkan tidak lagi dipercaya oleh Menteri Pertahanan Pete Hegseth. Keputusan itu menambah daftar panjang pejabat senior yang digusur sejak Trump menjabat awal tahun ini.
Sebelumnya, Kepala Badan Keamanan Nasional (NSA) Timothy Haugh juga dicopot setelah mendapat tekanan dari lingkaran dekat Trump. Tak berhenti di situ, Pentagon bahkan memecat Kepala Cadangan Angkatan Laut Nancy Lacore serta perwira Navy SEAL yang memimpin Komando Perang Khusus, Jamie Sands. Tanpa alasan jelas, pencopotan beruntun ini membuat suasana di tubuh pertahanan AS semakin tidak stabil.
Senator Partai Demokrat Mark Warner mengkritik keras langkah tersebut. Menurut dia, Trump memperlakukan intelijen bukan sebagai alat untuk menjamin keamanan nasional, melainkan sebagai ujian loyalitas politik.
“Pemecatan pejabat keamanan nasional senior lainnya menggarisbawahi kebiasaan berbahaya pemerintahan Trump,” ujarnya, seperti dikutip dari The New York Times, Sabtu (23/8/2025).
Sumber Pentagon menyebutkan pemicu utama pencopotan Kruse adalah laporan internal DIA terkait serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni lalu. Laporan itu menyimpulkan program nuklir Teheran hanya mundur beberapa bulan, bukan hancur total seperti klaim Gedung Putih. Bocoran laporan yang diangkat CNN dan The New York Times memicu amarah Trump.
Beberapa hari kemudian, Gedung Putih merilis versi berbeda, operasi disebut berhasil menekan kapasitas nuklir Iran secara signifikan. Perbedaan narasi inilah yang memperlihatkan jurang kepercayaan antara Pentagon dan Gedung Putih.
Editor: Anton Suhartono