Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jokowi bakal Hadir di Sidang Dokter Tifa, Ingin Jelaskan Nama Baik dan Harga Dirinya Terkoyak
Advertisement . Scroll to see content

Krisis Rohingya, Presiden Jokowi: ASEAN Tak Boleh Tinggal Diam

Senin, 13 November 2017 - 17:28:00 WIB
Krisis Rohingya, Presiden Jokowi: ASEAN Tak Boleh Tinggal Diam
Presiden Joko Widodo (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

MANILA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyinggung kekerasan terjadap Muslim Rohingya di Negara Bagian Rakhine, Myanmar, sat menyampaikan pidatonya di KTT ASEAN yang berlangsung di Philippines International Convention Center Manila, Manila,Senin (13/11/2017).

"Kita semua sangat prihatin dengan krisis kemanusiaan di Rakhine State dan juga paham akan kompleksitas masalah di Rakhine State, namun kita juga tidak dapat berdiam diri. Krisis kemanusiaan ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia,” ucap Jokowi.

Permasalahan ini tidak bisa dibiarkan, lanjut dia, karena akan menimbulkan permasalahan baru. Jika dibiarkan semakin lama maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan trafficking in person.

Untuk mengatasi krisis ini, lanjut Jokowi, harus ada kepercayaan dan rasa solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN.

"Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam," ucapnya.

Indonesia turut berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. Selain itu, upaya pembangunan kembali Rakhine juga penting dilakukan.

"Indonesia telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi Kofi Annan," terang Jokowi.

Indonesia juga mencatat pidato 'Report to the People' dari State Counsellor Myanmar. Presiden mengharapkan agar tiga butir dalam pidato tersebut, yaitu repatriation and humanitarian assistance, resettlement and rehabilitation, dan development and durable peace dapat diimplementasikan.

"Indonesia mengharapkan pembicaraan antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan," ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap agar The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre) dapat diberikan akses secara penuh untuk dapat membantu.

"Dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita," tegasnya.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut