Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : CVSKL Malaysia Pakai Teknologi Mutakhir LithiX untuk Atasi Masalah Jantung
Advertisement . Scroll to see content

Kuala Lumpur Dilanda Banjir Bandang, Warga Ngamuk di Media Sosial

Rabu, 16 Oktober 2024 - 10:44:00 WIB
Kuala Lumpur Dilanda Banjir Bandang, Warga Ngamuk di Media Sosial
Banjir bandang melanda Kuala Lumpur, Selasa (15/10), dipicu hujan deras (Foto: The Star)
Advertisement . Scroll to see content

KUALA LUMPUR, iNews.id - Banjir bandang melanda Kuala Lumpur, Selasa (15/10/2024), dipicu hujan deras. Pusat Komando dan Kendali Balai Kota Kuala Lumpur (DBKL) menerima laporan banjir di banyak lokasi.

Tunel SMART yang biasanya dioperasikan untuk lalu lintas kendaraan, ditutup sejak pukul 10.50 untuk penanggulangan banjir.Hujan deras sudah mengguyur Kuala Lumpur sejak Senin, namun dampaknya baru dirasakan pada Selasa.

Banjir di antaranya terjadi di pintu masuk Universiti Malaya dengan ketinggian air terparah mencapai setinggi pinggang.

Kawasan elite tak luput dari banjir. Beberapa wilayah yang tergenang adalah Brickfields, SK St Theresa Brickfields 1 berada di dekat Sungai Klang.

Anggota dewan penasihat Kuala Lumpur Andre Lai mengatakan, selain banjir, pihaknya mendapat laporan pohon-pohon yang tumbang.
 
"Balai Kota Kuala Lumpur saat ini sedang membersihkan puing-puing dan pohon-pohon yang tumbang sebagai respons terhadap keadaan darurat," ujarnya, dikutip dari The Star.

Akses jalan menuju gedung Dewan Rakyat juga terendam. Ketua Dewan Rakyat Johari Abdul telah meminta agar sidang dihentikan sementara karena anggotanya terjebak banjir.

Wilayah Lembah Klang, meliputi Kuala Lumpur, diguyur hujan lebat di luar waktu biasanya. Hujan sesekali turun sejak beberapa pekan terakhir. Padahal musim hujan biasanya berlangsung pada November hingga Januari.

Rekaman CCTV sistem informasi transportasi DBKL menunjukkan, beberapa jalan di kota tersebut tergenang banjir.

Sementara itu warga menumpahkan kekesalan mengenai banjir di Facebook. Umumnya mereka mengeluhkan lambannya penanganan banjir sehingga memengaruhi aktivitas warga.

Sebagian menyalahkan buruknya pemeliharaan Tunel SMART, proyek yang dirancang untuk mengurangi banjir di pusat kota Kuala Lumpur.

"Masalahnya terletak pada pemeliharaan dan kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan. Tanpa perubahan, banjir akan terus terjadi terlepas dari kecanggihan sistem drainase kita," kata seorang netizen di Facebbok.

Pengguna Facebook lainnya mengatakan, pihak berwenang seharusnya segera memberi tahu masyarakat tentang status banjir serta jalan-jalan yang tergenang.

Selain Kuala Lumpur, banjir juga melanda wilayah Malaysia, seperti di Selangor dan lainnya. Bahkan tanah longsor terjadi di Taman Melawati, Selangor, pinggiran Kuala Lumpur.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut