Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rayakan Bulan Kasih Sayang, MNC Life Hadirkan Perlindungan Kesehatan Gratis Scaling Gigi di Ocean Dental
Advertisement . Scroll to see content

Kudeta Myanmar, Aplikasi Pesan Singkat Offline Ini Diunduh 600.000 Kali dalam Beberapa Jam

Selasa, 02 Februari 2021 - 19:39:00 WIB
Kudeta Myanmar, Aplikasi Pesan Singkat Offline Ini Diunduh 600.000 Kali dalam Beberapa Jam
Aplikasi pesan singkat offline Bridgefy populer di Myanmar saat kudeta militer (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

SINGAPURA, iNews.id - Aplikasi pesan singkat offline Bridgefy diunduh lebih dari 600.000 kali di Myanmar hanya dalam beberapa jam saat kudeta militer, Senin (1/2/2021).

Koneksi internet sempat putus di Ibu Kota Naypyitaw, Yangon, serta beberapa wilayah lain, pada Senin setelah pemimpin sipil Aung San Suu Kyi serta para pejabat dan pimpinan partai berkuasa, NLD, ditangkap.

Perusahaan startup yang berbasis di Meksiko itu menyatakan dalam cuitan, mereka berharap warga Myanmar bisa memanfaatkan aplikasi yang berguna selama melewati masa-masa sulit.

Bridgefy juga sempat populer di Hong Kong pada 2020 saat unjuk rasa pro-demokrasi marak, di mana pemerintahan mengontrol ketat lalu lintas komunikasi di aplikasi pesan singkat maupun media sosial kenamaan.

Dalam posting-an di media sosial, seorang aktivis Myanmar mengajak warga untuk menggunakan Bridgefy sebagai solusi jika internet kembali diputus.

Bridgefy, yang didukung pendiri Twitter Biz Stone, juga digunakan saat demonstrasi antipemerintah di Thailand. Ini merupakan salah satu aplikasi berbasis Bluetooth yang menggunakan jaringan mesh untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi tanpa koneksi internet.

Aplikasi semacam ini populer, terutama di negara-negara yang memiliki sejarah pembatasan akses komunikasi ke platform media sosial. 

Namun para ahli keamanan siber menyebut aplikasi-aplikasi ini masih bisa ditembus sehingga penggunanya rentan menghadapi risiko pengawasan. Aplikasi serupa, Firechat, juga populer saat unjuk rasa di Iran dan Irak.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut