WASHINGTON, iNews.id - Laporan dari laboratorium nasional yang dikelola pemerintah Amerika Serikat menyimpulkan, teori soal Covid-19 berasal dari kebocoran lab Institut Virologi Wuhan, China, masuk akal dan patut diselidiki.
Dilaporkan Wall Street Journal (WSJ), studi mengenai asal usul Covid-19 tersebut disiapkan sejak Mei 2020 oleh Laboratorium Nasional Lawrence Livermore di California lalu dirujuk oleh Departemen Luar Negeri di masa akhir pemerintahan Presiden Donald Trump.
Inggris Bersiap Kerahkan Kapal Induk ke Timur Tengah, Perang Makin Panas
Penilaian laboratorium Lawrence Livermore mengacu pada analisis genom virus corona baru yang menjadi penyebab Covid-19.
Presiden Joe Biden pada bulan lalu memerintahkan jajarannya menyelidiki asal usul virus yang telah merenggut jutaan nyawa di seluruh dunia sejak awal 2020.
China Setujui Penggunaan Vaksin Sinovac untuk Usia 3 sampai 17 Tahun
Badan-badan intelijen AS mempertimbangkan dua skenario, virus corona menyebar karena kebocoran dari laboratorium atau infeksi terjadi secara alami dari kontak manusia dengan hewan.
Sebuah laporan intelijen yang masih dirahasiakan namun beredar selama pemerintahan mantan Presiden Donald Trump menyebutkan, tiga peneliti Institut Virologi Wuhan mengalami gejala infeksi pada November 2019, sehingga dirawat di rumah sakit.
Donald Trump Desak China Bayar Ganti Rugi Rp141.000 Triliun Gara-Gara Pandemi Covid
Pejabat AS menuduh China tidak transparan mengenai asal-usul virus, namun tuduhan itu dibantah pemerintahan Xi Jinping.
Presiden China Xi Jinping Bisa Digulingkan jika Corona Terbukti dari Kebocoran Lab Wuhan
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya sudah melakukan penyelidikan di Wuhan melibatkan tim independen, namun hasilnya kurang memuaskan.
Pejabat kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan, organisasinya tidak bisa memaksa China untuk memberikan lebih banyak data mengenai asal usul Covid-19. Namun badan PBB itu akan mengusulkan studi lanjutan untuk mengungkap dari mana virus berasal.
Editor: Anton Suhartono