Lagi, 2 Warga AS yang Diduga Jadi Pasukan Relawan Asing Tewas di Ukraina
KIEV, iNews.id - Dua warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan tewas di wilayah Donbass, Ukraina timur. Keduanya diyakini ikut bertempur bersama Ukraina sebagai pasukan relawan asing.
Dilansir dari Fox News, juru bicara Departemen Luar Negeri pada Sabtu (23/7/2022) mengatakan, pemerintah telah menghubungi keluarga almarhum.
"Pemerintah memberikan semua kemungkinan bantuan konsuler," katanya.
Sayangnya mereka enggan mengungkapkan rincian lebih lanjut terkait meninggalnya dua orang tersebut. Dia juga tak menjelaskan kapan mereka tewas atau keadaannya saat ini.
Pakar Sebut Eropa Menderita Krisis Kepemimpinan, Semua Makin Terungkap lewat Konflik Ukraina
"Untuk menghormati keluarga selama masa sulit ini, kami tidak memiliki apa-apa lagi," kata juru bicara itu.
Setidaknya tiga orang Amerika lainnya dilaporkan tewas dalam pertempuran di Ukraina.
Rusia Klaim Tak Ada Hubungan dengan Serangan Rudal di Pelabuhan Odesa Ukraina, Moskow Difitnah?
Pada bulan Maret, Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengonfirmasi seorang warga negara Amerika telah terbunuh di sana. The New York Times melaporkan, polisi setempat mengatakan James Whitney Hill yang berusia 68 tahun telah terbunuh di Kota Chernihiv.
Pada bulan April, Brittany Cancel mengonfirmasi kepada Fox News, suaminya, Willy Joseph Cancel telah tewas dalam pertempuran bersama pasukan Ukraina. Veteran Marinir berusia 22 tahun itu meninggalkan istri dan seorang putra berusia 7 bulan.
Pada bulan Juni, Departemen Luar Negeri mengonfirmasi kematian Stephen Zabielski (52). Dia dilaporkan terbunuh pada bulan Mei.
Ukraina telah dikepung oleh Rusia selama hampir lima bulan dalam operasi militer khusus yang bertujuan melucuti senjata Ukraina dan menyingkirkan nasionalisme anti-Rusia yang dikobarkan oleh Barat. Kiev dan Barat mengatakan Rusia melancarkan perang tanpa alasan.
Beberapa orang Amerika secara sukarela bertempur bersama pasukan Ukraina meskipun ada peringatan untuk tidak mengangkat senjata. Seorang warga AS tewas dalam pertempuran pada Mei lalu setelah ia bergabung dengan ribuan pejuang asing yang secara sukarela membantu Ukraina menangkis pasukan Rusia.
Editor: Umaya Khusniah