Lagi, Tentara Prancis Personel UNIFIL di Lebanon Tewas
PARIS, iNews.id - Satu lagi tentara Prancis anggota pasukan penjaga perdamaian PBB UNIFIL tewas saat menjalankan tugas di Lebanon Selatan. Korban terbaru sebelumnya menderita luka parah dalam serangan penduduk lokal terhadap konvoi kontingen tentara Prancis. Serangan pada 18 April tersebut menewaskan satu personel tentara Prancis dan melukai tiga orang lainnya.
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengonfirmasi prajuritnya yang gugur. Dia mengatakan pasukan penjaga perdamaian Prancis kedua meninggal setelah menjalani perawatan.
"Kopral Kepala Anicet Girardin dari Resimen Infanteri Cynotechnical ke-132 Suippes, yang dipulangkan kemarin dari Lebanon setelah menderita luka parah oleh pejuang Hizbullah, meninggal pagi ini," tulis Macron di media sosial X.
Dia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terkasih serta menyampaikan simpati kepada keluarga penjaga perdamaian UNIFIL Prancis lainnya yang terluka di Lebanon.
Tentara UNIFIL asal Prancis Tewas di Lebanon, Diserang Penduduk Lokal
Sebelumnya UNIFIL menyatakan patroli pasukan Prancis yang sedang membersihkan ranjau di dekat Desa Gandouriya diserang sekelompok pria bersenjata pada 18 April. Satu tentara tewas yakni Sersan Kepala Florian Montorio.
Kelompok Hizbullah membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Pasukan UNIFIL Diserang di Lebanon, Italia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel
Konflik antara Israel dan Lebanon pecah kembali pada 2 Maret di tengah perang Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran. Kelompok Hizbullah Lebanon kemudian terlibat perang untuk membantu Iran dengan menyerang Israel.
Pada 16 Maret, Israel melancarkan operasi darat dengan menyerang kota-kota di Lebanon selatan.
Presiden AS Donald Trump pada Kamis pekan lalu mengumumkan Lebanon dan Israel telah menyepakati gencatan senjata selama 10 hari. Namun, Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan pasukan Zionis terus menyerang Lebanon meski gencatan senjata berlaku.
Editor: Anton Suhartono