Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Pasukan UNIFIL Diserang di Lebanon, Italia Hentikan Kerja Sama Pertahanan dengan Israel
Advertisement . Scroll to see content

Lantunan Allahu Akbar Menggema di Pemakaman Korban Jembatan Genoa

Sabtu, 18 Agustus 2018 - 20:47:00 WIB
Lantunan Allahu Akbar Menggema di Pemakaman Korban Jembatan Genoa
Seorang pemuka agama Islam membacakan doa saat upacara pemakanan kenegaraan korban jembatan Genoa (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

GENOA, iNews.id - Lantunan 'Allahu Akbar' terdengar di prosesi pemakaman kenegaraan para korban runtuhnya Jembatan Morandi, di Kota Genoa, Italia, Sabtu (18/8/2018). Dua dari setidaknya 38 korban tewas merupakan muslim asal Albania.

Seorang pemuka agama Islam diundang oleh Pemerintah Italia ke upacara itu, sebuah kondisi yang kontras dan menimbulkan keharuan di negara penganut Katolik yang kukuh.

Imam tersebut memimpin doa selama beberapa menit diselingi oleh empat kali lantunan "Allahu Akbar" di hadapan pejabat tinggi Italia, termasuk Presiden Sergio Mattarella dan Perdana Menteri Giuseppe Conte. Upacara itu juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Matteo Salvini.

"Komunitas muslim Genoa, Liguria, dan seluruh Italia berdoa semoga perdamaian akan menyertai Anda semua," kata sang Imam, di hadapan ribuan pelayat yang berkumpul di dalam ruang penuh bunga tempat 19 peti jenazah dijajarkan.

"Genoa akan mampu bangkit kembali. Genoa kami, yang dalam bahasa Arab berarti 'yang cantik'," kata dia, menambahkan.

Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat karena tim penyelamat masih mendapati beberapa jenazah lagi di mobil yang masih terjebak di reruntuhan material beton, sebelum pemakaman dimulai.

Jembatan Morandi ambruk pada Selasa (14/8/2018). Sekitar 30 kendaraan yang sedang melintas jatuh bersama material bangunan. Jembatan yang dibangun pada 1960-an dan direkonstruksi pada 2016 itu memiliki bentang 1.100 meter, sementara bagian yang ambruk sepanjang 200 meter. Ketinggian jembatan mencapai 100 meter.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut