Lari dari Konflik Bersenjata, Ribuan Pengungsi Kongo Banjiri Uganda
KAMPALA, iNews.id - Pekerja bantuan di Uganda mengatakan konflik bersenjata di Republik Demokratik Kongo (DRC) melipatgandakan aliran pengungsi sejak Juni dan menguras dana kemanusiaan. Banyak pengungsi itu melawan malam-malam yang dingin dan menempuh risiko gelombang besar di Danau Albert untuk mencapai perbatasan Uganda.
Dalam kegelapan dini hari, satu kapal penuh pengungsi dari Republik Demokratik Kongo tiba di Danau Albert, Uganda. Beberapa bayi menjerit histeris.
Pekerja bantuan mengatakan jumlah pengungsi Kongo yang melarikan diri dari konflik bersenjata ke Uganda meningkat dua kali lipat lebih sejak Juni menjadi sekitar 300 per hari.
Salah satu pengungsi bernama Gipato Margaret mengatakan , pertempuran intensif terjadi dalam dua pekan terakhir di kota DRC, Chomya. Pengungsi bernama Joshua Oshaki kehilangan kontak dengan istrinya selama pertempuran di wilayah Ituri, namun berhasil melarikan diri dengan kedua anaknya.
Perebutan wilayah, kekayaan mineral, dan politik melanda Kongo timur selama lebih dari dua dekade. Uganda bekerja sama dengan badan pengungsi PBB atau UNHCR untuk mengangkut orang-orang yang baru tiba ke kamp-kamp yang menampung lebih dari satu juta pengungsi, 350.000 di antaranya dari Kongo.
Deputi perwakilan UNCHR untuk Uganda, Kemlin Furley, mengatakan gelombang masuknya pengungsi itu mengikis pendanaan lembaga tersebut.
"Sekitar 17 persen dari semua kebutuhan, perlu dipenuhi. Jadi, gelombang kedatangan baru ini benar-benar menantang. Kita kekurangan dana untuk memberi bantuan yang sangat mereka butuhkan. Bantuan yang menyelamatkan jiwa ketika tiba," kata dia, seperti dilaporkan Associated Press, Selasa (16/7/2019).
Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan sedang berupaya menyediakan bantuan bagi para pengungsi baru. Tetapi WFP memperingatkan anggarannya tidak akan bertahan lama.
"Saat ini, kami akan kehabisan makanan dan uang tunai pada September. Jadi, kami sangat membutuhkan sumbangan baru untuk memastikan kita terus bisa memberi makan para pengungsi," kata Julie McDonald, wakil direktur untuk WFP-Uganda.
Dia meyakini aliran pengungsi Kongo yang melarikan diri mencari selamat ke Uganda belum akan berakhir.
Editor: Nathania Riris Michico