Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!
Advertisement . Scroll to see content

Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel

Minggu, 01 Februari 2026 - 07:48:00 WIB
Latihan Perang Gabungan dengan Rusia-China, Iran Tunjukkan Otot kepada AS dan Israel
Iran akan menggelar latihan perang bersama Rusia dan China di Samudera Hindia (Foto: Angkatan Bersenjata Iran via AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat, negara-negara yang selama ini bersinggungan dengan Washington mulai memainkan kartu mereka di panggung geopolitik global. Salah satunya adalah Samudera Hindia, yang kini menjadi arena strategis bagi unjuk kekuatan militer gabungan antara Iran, China, dan Rusia.

Latihan gabungan angkatan laut yang dikenal sebagai “Maritime Security Belt” kembali direncanakan di perairan Samudera Hindia bagian utara pada pertengahan Februari, melibatkan unit dari Angkatan Laut Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta AL China dan Rusia. Ini merupakan latihan kedelapan sejak inisiatif pertama dimulai pada 2019.

Samudera Hindia: Titik Strategis Global

Samudera Hindia bukan sekadar lautan luas, kawasan ini menjadi jalur utama perdagangan global, yang menyumbang persentase besar PDB dunia dan dilewati oleh kapal-kapal pengangkut komoditas energi serta barang industri penting. 

Pantai Samudera Hindia membentang dari Afrika Timur hingga Asia Selatan dan Australia, menjadikannya ruang strategis bagi kekuatan global dan regional.

Dalam konteks latihan militer tiga negara ini, Samudera Hindia menjadi panggung penting karena:

  • Posisi terhadap rute energi global: Sebagian besar minyak dan gas dari Timur Tengah diekspor melewati perairan ini.
  • Koneksi langsung ke Selat Hormuz dan Teluk Oman: Kedua jalur sempit itu adalah titik kritis yang selalu dipantau militer besar.
  • Simbol kekuatan proksi terhadap AS: Ketika Amerika Serikat terus menegaskan dominasi navalnya di kawasan, latihan ini menjadi cara bagi Tehran, Beijing, dan Moskow menunjukkan keberadaan mereka.

Unjuk Kekuatan di Tengah Ketegangan Global

Latihan Maritime Security Belt bukan hanya soal pelatihan teknis, tetapi juga simbol politik yang kuat. Dengan menghadirkan armada dari tiga negara besar dunia di perairan yang sama, pesan yang disampaikan adalah jelas: adanya koordinasi militer yang berkembang di luar blok Barat, terutama di tengah ancaman AS terhadap Iran dan tekanan diplomatik yang intens.

Pakta latihan ini memiliki beberapa makna strategis:

  • Tanda solidaritas politik: Mengirim sinyal bahwa Iran tidak sendirian di hadapan tekanan dari Washington.
  • Peningkatan interoperabilitas militer: Manuver bersama memungkinkan militer ketiga negara berlatih taktik seperti operasi keamanan maritim, koordinasi komunikasi, dan kemungkinan manuver tempur bersama, kapasitas yang penting dalam skenario konflik nyata.
  • Peringatan terhadap dominasi Barat: Kehadiran aliansi non-Barat di Samudera Hindia mengindikasikan bahwa kekuatan global lain siap mengambil peran lebih besar dalam mengatur keamanan regional.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut