Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Prabowo soal Tarif AS: Kita Pasti Cari yang Menguntungkan!
Advertisement . Scroll to see content

Lebih dari 20 Kapal Perang Rusia Dikerahkan ke Laut Hitam saat Situasi Kawasan Memanas

Selasa, 20 April 2021 - 17:28:00 WIB
Lebih dari 20 Kapal Perang Rusia Dikerahkan ke Laut Hitam saat Situasi Kawasan Memanas
Kapal perang kelas Ropucha, Korolev, milik Rusia melintas di Selat Bosphorus, Turki, saat dalam perjalanan menuju Laut Hitam, Sabtu (17/4/2021). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

MOSKOW, iNews.id – Lebih dari 20 kapal perang Rusia dikerahkan ke Laut Hitam. Kabar itu disampaikan kantor berita Interfax, Selasa (20/4/2021), mengutip pernyataan dari Armada Laut Hitam Rusia.

Menurut media itu, puluhan kapal perang itu mengambil bagian dalam latihan militer yang digelar Moskow. Rusia pun untuk sementara waktu membatasi pergerakan kapal perang asing dan kapal-kapal sipil dari negara lain di dekat Krimea—wilayah yang dianeksasi Moskow dari Ukraina pada 2014.

Tindakan tersebut menuai reaksi dari Amerika Serikat. Washington DC pun menyatakan “keprihatinan yang mendalam” atas eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Sebelumnya, Rusia juga dilaporkan telah menempatkan lebih dari 150.000 tentara di perbatasan Ukraina dan di Krimea. Hal itu diungkapkan diplomat utama Uni Eropa, Josep Borrell, Senin (19/4/2021). 

Menteri luar negeri Ukraina juga telah memberi tahu para menlu negara-negara Uni Eropa (UE) ihwal kondisi terkini di wilayah rawan konflik tersebut. “Lebih dari 150.000 tentara Rusia berkumpul di perbatasan Ukraina dan di Krimea. Risiko eskalasi lebih lanjut terbukti,” kata Borrell seperti dikutip Reuters, tadi malam.

Dia menolak membocorkan sumber yang memberikan angka tersebut.

Ketegangan antara Moskow dan Kiev telah meningkat di tengah pengumpulan pasukan Rusia di perbatasan kedua negara. Bentrokan yang terjadi antara tentara Ukraina dan kelompok separatis pro-Moskow di wilayah Donbass (bagian timur Ukraina) juga semakin menambah panas situasi.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy, pada Jumat (16/4/2021) lalu telah mendesak diadakannya negosiasi perdamaian.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut