Ledakan Dahsyat Truk Pertambangan Hancurkan Ratusan Rumah, Sedikitnya 10 Orang Tewas
ACCRA, iNews.id - Ledakan dahsyat mengguncang Ghana, Kamis (20/1/2202), bersumber dari truk pengangkut bahan peledak yang mengalami kecelakaan. Kuatnya ledakan menyebabkan sejumlah orang tewas dan ratusan bangunan hancur.
Peristiwa tersebut terjadi di perdesaan Wilayah Barat Ghana, tepatnya di Apiate antara Kota Bogoso dan Bawdie, saat truk yang hendak menuju tambang emas bertabrakan dengan sepeda motor.
Wakil Direktur Jenderal Organisasi Nasional Penanggulangan Bencana Seji Saji Amedonu mengatakan, sekitar 500 bangunan hancur akibat ledakan. Sementara itu pejabat badan penanggulangan bencana daerah menyebutkan, sedikitnya 10 mayat ditemukan.
Kepolisian setempat juga mendesak warga sekitar untuk mengungsi demi menghindari ledakan susulan yang masih bisa terjdi.
Ledakan di Kapal Angkatan Laut India, 3 Prajurit Tewas
"Masyarakat diminta pindah ke kota-kota terdekat demi keselamatan mereka sementara upaya pemulihan berlangsung," demikian pernyataan kepolisian, dikutip dari Reuters, Jumat (21/1/2022).
Video yang beredar di media sosial menunjukkan, bangunan berubah menjadi tumpukan kayu, batu bata, dan besi-besi. Tayangan lain menunjukkan mayat tergeletak di jalanan dan tertutup debu.
Lagi, Suara Ledakan Keras Misterius Guncang Sejumlah Kota di Iran
Sebuah foto yang dibagikan oleh anggota dewan lokal menunjukkan, lubang dalam tercipta di titik ledakan dan masyarakat menonton dari tepian.
Truk yang meledak diketahui milik perusahaan Maxam yang dalam perjalanan menuju tambang emas Chirano. Pertambangan itu dioperasikan Kinross, perusahaan yang berbasis di Toronto, Kanada.
Seorang juru bicara Kinross mengonfirmasi insiden tersebut dan mengatakan ledakan terjadi sekitar 140 kilometer dari tambang.
Presiden Ghana Nana Akufo Addo dalam cuitannya mengatakan telah diberitahu mengenai insiden itu dan mengonfirmasi adanya korban jiwa.
"Ini benar-benar insiden tragis dan atas nama Pemerintah, saya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban," katanya.
Editor: Anton Suhartono