Lima Fakta Virus Corona Varian Baru, Mudah Menular tapi Bisa Diatasi Vaksin
LONDON, iNews.id - Eropa dihebohkan dengan virus corona varian baru yang memicu penularan terhadap ribuan orang dalam waktu relatif singkat. Kasus ini pertama kali terjadi di Inggris dan telah menginveksi ribuan orang di negara itu serta lainnya.
Laporan dari Inggris tersebut memicu kekhawatiran, namun sejauh ini diyakini penyakit yang disebabkan virus corona varian baru tak lebih parah.
Berikut beberapa fakta seputar varian baru virus corona, seperti dikutip dari Reuters, Senin (21/12/2020):
1. Virus pada dasarnya mudah berevolusi
Virus punya sifat alami yakni berevolusi saat berada di populasi. Itulah yang menjadi alasan mengapa vaksinasi flu harus dilakukan setiap tahun. Varian baru virus corona penyebab Covid-19 sangat mungkin muncul di berbagai tempat sejak pertama kali terdeteksi di China setahun lalu.
2. Lebih mudah menular
Pakar kesehatan di Inggris dan Amerika Serikat mengatakan, varian baru lebih mudah menginfeksi, namun belum ada bukti bahwa kasus ini meningkatkan potensi kematian.
Kepala penasihat ilmiah pemerintah Inggris Patrick Vallance mengatakan, varian baru virus corona bergerak cepat dan menjadi dominan. Lebih dari 60 persen kasus infeksi terbaru di London sepanjang Desember ini disebabkan varian baru.
Varian baru juga mengkhawatirkan karena memiliki begitu banyak mutasi, yakni lebih dari 20, beberapa di antaranya ada pada protein runcing yang digunakan virus untuk menempel dan menginfeksi sel.
Pada April, para peneliti Swedia menemukan virus dengan dua perubahan genetik yang membuatnya lebih menular dua kali lipat. Sekitar 6.000 kasus di seluruh dunia telah dilaporkan, kebanyakan di Inggris serta Denmark yang menunjukkan tren kenaikan.
Virus itu diidentifikasi di tenggara Inggris pada September dan terus menyebar sejak itu.
3. Ada kekhawatiran virus varian baru lebih kuat
Kekhawatiran besar muncul ketika virus bermutasi dengan mengubah protein di permukaannya untuk membantu lepas diri dari obat-obatan atau sistem kekebalan.
Ahli biologi dan genetika Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle, AS, Trevor Bedford, mengatakan, ada kemungkinan varian baru punya kekebalan, meskipun kondisi ini masih terus diteliti.
4. Tak kebal oleh vaksin
Mantan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Scott Gottlieb mengatakan sangat kecil kemungkinan virus corona varian baru bisa melawan vaksin yang ada.
Hal serupa disampaikan pakar kesehatan AS yang ditunjuk Joe Biden memimpin penanganan Covid-19, Vivek Murthy. Dia mengatakan tidak ada alasan untuk percaya bahwa vaksin yang telah dikembangkan tidak efektif melawan Covid-19 sekalipun varian baru.
Vaksin menghasilkan respons luas oleh sistem kekebalan tubuh, lebih dari sekadar respons terhadap lonjakan protein.
Kepala penasihat untuk distribusi vaksin pemerintah AS, Moncef Slaoui, mengatakan, kemungkinan virus corona varian baru kebal dari vaksin sangat rendah.
“Hingga saat ini, saya rasa belum ada satu varian pun yang akan tahan,” katanya, seraya menegaskan, varian baru yang ditemukan di Inggris pun tidak mungkin lolos dari vaksin.
5. Negara-negara hentikan penerbangan dari Inggris
Munculnya virus corona varian baru ini memaksa beberapa negara menghentikan penerbangan dengan Inggris. Negara-negara tersebut antara lain Belanda, Belgia, Italia, Jerman, serta Arab Saudi.
Selain penerbangan, negara-negara itu juga menutup perbatasan darat mereka untuk mencegah potensi masuknya pendatang dari Inggris.
Editor: Anton Suhartono