Lokasi Bom Bali Akan Dibangun Restoran, PM Australia: Menyedihkan
DENPASAR, iNews.id - Rencana pembangun kembali salah satu lokasi Bom Bali 2002 mengundang protes dari Australia. Aksi bom bunuh diri pada 12 Oktober 2002 menewaskan 202 orang, 88 di antaranya merupakan warga Australia.
Salah satu lokasi serangan bom yakni Sari Club akan dibangun gedung yang akan difungsikan sebagai restoran dan perkantoran.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Made Agus Aryawan mengatakan, pengembang sudah mendapat izin pada Desember 2018.
"Ini lahan milik pribadi, ini properti pribadi. Kami tak berhak menahan pemiliknya untuk memanfaatkannya dan peraturan membolehkan dia untuk membangun," kata Aryawan, dikutip dari AFP, Jumat (26/4/2019).
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyebut keputusan ini sangat menyedihkan. Pemerintahannya sedang berupaya dan bekerja sama dengan pihak berwenang Indonesia untuk menyelesaikan masalah ini.
Meski demikian, upaya Morrison akan menghadapi kendala karena pemilik lahan sudah mengantongi izin usaha untuk 30 tahun. Lahan tersebut dibiarkan tidur sejak 2002.
Tokoh masyarakat setempat, I Gusti Agung Made Agung, mengatakan, di sana akan dibangun gedung lima lantai berisi restoran, kantor, serta monumen di lantai paling atas.
"Saya tahu banyak orang Australia meninggal, tapi jika mereka ingin tempat ini dibangun tugu peringatan, mereka harus membeli lahan ini," katanya.
Kelompok militan Jamaah Islamiyah (JI) dipersalahkan atas serangan yang menewaskan korban dari 21 negara itu, termasuk 38 orang warga Indonesia.
Ada tiga lokasi serangan bom pada 12 Oktober 2012. Selain Sari Club pelaku beraksi di Paddy's Pub dan dekat kantor konsulat Amerika Serikat.
Editor: Anton Suhartono