Lolos dari Hukuman Mati, Terpidana Penista Agama Tinggalkan Pakistan
ISLAMABAD, iNews.id - Aasia Bibi, perempuan Pakistan yang divonis hukuman mati pada 2010 atas kasus penistaan agama Islam, diputus bebas oleh Mahkamah Agung dalam sidang banding di pengadilan Islamabad pada 31 Oktober lalu.
Perempuan beragama Kristen itu dilaporkan ke polisi oleh dua perempuan karena menghina Nabi Muhammad SAW dan agama Islam.
Bebasnya Bibi menuai kecaman keras dari kelompok Islam hingga terjadi aksi unjuk rasa di penjuru negeri. Aksi unjuk rasa di hari kedua kemarin semakin massif di mana para demonstran memblokir jalan dan membakar ban bekas.
Dia pun mendapat ancaman pembunuhan. Tak hanya Bibi, pengacaranya, Saiful Mulook, juga menjadi sasaran ancaman.
Untuk itulah Bibi memutuskan meninggalkan Pakistan begitu proses pembebasannya selesai. Saat ini, keberadaan perempuan 53 tahun itu dirahasiakan dan dalam penjagaan polisi dengan alasan keamanan.
Kakak Bibi, James Masih, mengatakan, adiknya tidak aman berada di Pakistan.
"Dia tidak punya pilihan lain, dia segera meninggalkan negara ini," kata Masih, dikutip dari Associated Press, Jumat (2/11/2018).
Dia tak menyebut negara tujuan Bibi, tapi, kata dia, Prancis dan Spanyol sudah menawarkan suaka.
Sementara itu suami Bibi, Ashiq Masih, bersama lima anak mereka telah kembali ke Inggris pada pertengahan Oktober. Keluarga menanti kedatangan Bibi di Inggris.
Hafiz Saeed, pendiri Laskar Ettaiba, meminta para pengikutnya untuk menggelar aksi demonstrasi di seluruh Pakistan pada Jumat untuk mengutuk pembebasan Bibi.
Organisasi lain, Tehreek Ellabbaik mengklaim bahwa pada Kamis kemarin dua pendukungnya tewas ditembak polisi dalam aksi unjuk rasa menentang pembebasan Bibi di Karachi.
Editor: Anton Suhartono