Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Mahasiswa Asing di AS Khawatir Dideportasi

Kamis, 09 Juli 2020 - 09:54:00 WIB
Mahasiswa Asing di AS Khawatir Dideportasi
Kampus Harvard di Cambridge (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Mahasiswa asing yang tengah menimba ilmu di kampus-kampus Amerika Serikat (AS) khawatir dengan masa depan mereka.

Otoritas imigrasi dan bea cukai AS (ICE) menerapkan aturan baru mengharuskan mahasiswa asing yang sepenuhnya menerapkan kuliah online untuk pulang ke negara masing-masing terkait wabah virus corona.

Seorang mahasiswa asal Pakistan, Taimoor Ahmed, merupakan satu dari ratusan ribu mahasiswa asing yang menimba ilmu di universitas-universitas AS.

"Saya mungkin akan terpengaruh jika mereka tidak menawarkan kelas pribadi. Saya khawatir ini berpotensi mengubah masa depan dan rencana saya," kata Ahmed, mahasiswa teknologi informasi Universitas Negeri California, Los Angeles, dikutip dari AFP, Kamis (9/7/2020).

Kekhawatiran yang sama disampaikan mahasiswa pascasarjana asal India.

"Sebenarnya saya agak takut," kata seorang mahasiswa pascasarjana India di sebuah universitas besar Texas, yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Dia berencana melanjutkan kelas online di musim gugur, namun terganjal aturan baru. Kampus mewajibkannya kembali kuliah atau menghadapi deportasi.

Pria yang berkuliah di jurusan teknik elektro itu harus segera menyelesaikan kuliah sehingga jika harus pulang di tengah ketidakpastian wabah corona akan mengancam masa depannya.

Kampus lain seperti Harvard dan MIT meluncurkan gugatan, meminta pengadilan mencabut perintah mahasiswa asing untuk pulang. Presiden Harvard Lawrence Bacow menyebut aturan tersebut membuat pendidikan tinggi di AS kacau balau.

Lulusan India yang belajar teknik elektro di salah satu universitas terkemuka di Arizona, tempat virus itu juga melonjak, khawatir harus mempertaruhkan kesehatannya untuk melanjutkan penelitian dan bimbingan siswa yang lebih muda.

Lebih dari 4.000 siswa asing terdata di kampus-kampus umum di California, dan hampir 5.000 lainnya menimba ilmu di Harvard, Massachusetts, perusahaan yang berencana menawarkan pendidikan online saja pada musim gugur ini.

Sekitar 84 persen universitas di AS berencana menawarkan sistem kuliah hybrid yang memadukan online dan tatap muka. Program ini dyakini akan menyelamatkan mahasiswa asing dari deportasi terkait aturan baru.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut