Mahasiswi Indonesia Ditemukan Tewas di Danau, Ini Kata Polisi Jerman
MUNCHEN, iNews.id - Mahasiswi Indonesia ditemukan tewas di Danau Trebgast, Bayreuth, Jerman pekan lalu. Kepolisian Negara Bagian Bayern, Jerman, menyatakan penyebab kematian mahasiswi asal Malang, Jawa Timur, itu sebagai kecelakaan murni.
Dalam pernyataan pers yang dikeluarkan pada Senin (13/8), kepolisian menyatakan autopsi terhadap jenazah bernama Shinta Putri Diana Pertiwi sudah rampung.
Kepolisian menyebut, korban tewas akibat kecelakaan tragis.
"Dalam pemeriksaan pascakematian yang dilakukan Penuntut Umum di Bayreuth ditemukan bahwa korban tewas karena tenggelam. Berdasarkan pemeriksaan forensik medis, tidak ditemukan hal lain yang menyebabkan kematian," demikian isi pernyataan tersebut, seperti dilaporkan Deutsche Welle, Rabu (15/8/2018).
Keluarga Tunggu Jenazah Mahasiswi Asal Malang yang Tenggelam di Jerman
Pada Rabu (8/8) sekitar pukul 13.30 waktu setempat, korban pergi bersama dua orang temannya untuk berenang di Danau Trebgast. Namun dia kemudian tidak terlihat lagi.
Pencarian yang dilakukan hingga Rabu malam pun tidak membuahkan hasil. Kepolisian Negara Bagian Bayern terus melakukan pencarian pada hari berikutnya, dan pada Kamis (9/8) sore mereka berhasil menemukan jenazah Shinta.
Para petugas dari Departemen Kepolisian Kriminal Bayreuth melakukan investigasi di lokasi kejadian.
Media Jerman, Focus.de, melaporkan, menurut pengakuan orangtua korban yang berada di Malang, mahasiswi berusia 22 tahun ini merupakan perenang andal. Paman Sinta, Wibisono, mengatakan kalau keponakannya dikenal sebagai pribadi yang riang, suka menolong, dan kuat.
Pada hari kejadian, seluruh wilayah Jerman sedang dilanda gelombang panas. Saat itu, merupakan hal yang wajar bagi warga untuk pergi ke danau atau sungai terdekat untuk berenang dan mendinginkan badan.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan siap membiayai pemulangan jenazah Shinta dari Jerman ke tanah air.
"Kami pastikan kami akan membantu keluarga sesuai kebutuhan. Kalau keluarga mampu membiayai proses pemulangan, kami akan membantu seluruh aspek administratifnya, termasuk penanganan di bandara. Tapi jika keluarga tidak mampu membiayai pemulangan jenazah, tentu kami akan membantu membiayai pemulangannya," kata Dirjen Perlindungan WNI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, Selasa (14/8/2018).
Menurut Deutsche Welle, sempat dibentuk laman untuk mengumpulkan donasi demi mengurus kepulangan Shinta di kitabisa.com. Saat ini sudah terkumpul Rp 144.971.461 dari target sebelumnya yaitu Rp 100.000.000.
Editor: Nathania Riris Michico