Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Kelompok Houthi Yaman ke Saudi Makin Brutal, Kota Makkah Jadi Sasaran
Advertisement . Scroll to see content

Makkah Jadi Target Serangan Houthi, Arab Saudi: Keamanan Masjidil Haram Harga Mati

Rabu, 16 September 2026 - 12:39:00 WIB
Makkah Jadi Target Serangan Houthi, Arab Saudi: Keamanan Masjidil Haram Harga Mati
Kelompok Houthi Yaman kembali melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi, termasuk menargetkan Kota Makkah (Foto: SPA)
Advertisement . Scroll to see content

RIYADH, iNews.id - Kelompok HouthiYaman kembali melancarkan serangan ke wilayah Arab Saudi. Kali ini, Kota Suci Makkah menjadi salah satu target sasaran. Sistem pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan drone yang diluncurkan dari arah Yaman sebelum memasuki wilayah udara Makkah.

Serangan terbaru tersebut berlangsung pada Selasa (15/9/2026) malam waktu setempat. Sistem pertahanan udara Arab Saudi mencegat satu drone sekitar pukul 18.50 waktu setempat. Puing-puing drone dan rudal pertahanan dilaporkan jatuh di sebelah selatan Kota Makkah.

Juru bicara pasukan koalisi pimpinan Saudi, Turki Al Maliki, mengatakan insiden tersebut merupakan upaya kedua Houthi untuk menyerang Makkah. Upaya sebelumnya terjadi pada 27 Juli 2017 ketika kelompok tersebut meluncurkan rudal balistik yang diarahkan ke wilayah kota suci.

Al Maliki menegaskan, keamanan Dua Masjid Suci, yakni Masjidil Haram di Makkah maupun Masjid Nabawi di Madinah, serta keselamatan para jemaah merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.

"Keamanan Dua Masjid Suci dan para jemaahnya merupakan garis merah," kata Al Maliki, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu (16/9/2026).

Dia mengatakan pasukan koalisi akan melakukan berbagai langkah yang diperlukan guna mencegah serangan lanjutan terhadap wilayah Saudi, terutama kawasan yang berkaitan dengan keamanan Dua Masjid Suci.

Insiden tersebut terjadi sehari setelah koalisi pimpinan Saudi melaporkan 13 warga sipil terluka akibat serangan rudal dan drone Houthi ke sejumlah wilayah di selatan Saudi, termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif.

Serangan itu juga menyebabkan tujuh rumah dan dua mobil mengalami kerusakan.

Sebelumnya, Houthi melancarkan gelombang serangan menggunakan puluhan rudal dan drone ke Pangkalan Udara Khamis Mushait. Kelompok tersebut mengeklaim serangan menyasar sejumlah fasilitas militer, termasuk hanggar pesawat, sistem radar, landasan pacu, dan gudang amunisi.

Otoritas Saudi kemudian mengeluarkan peringatan darurat di sejumlah wilayah selatan negara tersebut.

Konflik antara pasukan pemerintah Yaman dan Houthi kembali meningkat sejak awal Juli 2026 setelah gencatan senjata yang berlangsung sejak 2022 mengalami keretakan. Arab Saudi diketahui mendukung pasukan pemerintah Yaman dalam konflik tersebut.

Perang saudara di Yaman bermula pada 2014 ketika Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sejumlah provinsi. Pada 2015, koalisi negara Arab yang dipimpin Saudi melakukan intervensi militer untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Di tengah meningkatnya serangan, Houthi juga memperkuat kendali di sejumlah wilayah pesisir barat Yaman sepanjang Laut Merah. Perkembangan tersebut menambah tekanan terhadap jalur energi dan kepentingan ekonomi Arab Saudi.

Serangan dari wilayah Irak pada 10 September 2026 bahkan mengganggu operasional jaringan Pipa Minyak Timur-Barat Saudi. 

Pipa sepanjang sekitar 1.200 kilometer itu membentang dari kawasan Teluk menuju Laut Merah. Infrastruktur tersebut dibangun Saudi pada era 1980-an untuk menyediakan jalur alternatif pengiriman minyak dengan menghindari Selat Hormuz.

Para pelaku bisnis memperkirakan penghentian operasional pipa dalam waktu lama berpotensi memangkas hingga 4 persen pasokan minyak global. Namun, otoritas Saudi belum memberikan kepastian kapan jaringan pipa tersebut akan kembali beroperasi.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut