Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : TNI AD Siapkan Prajurit untuk Pasukan Perdamaian di Gaza, Fokus Kesehatan dan Zeni
Advertisement . Scroll to see content

Malapetaka Besar, Israel Bisa Kehilangan Banyak Tentara jika Nekat Caplok Gaza

Jumat, 08 Agustus 2025 - 07:35:00 WIB
Malapetaka Besar, Israel Bisa Kehilangan Banyak Tentara jika Nekat Caplok Gaza
Militer Israel memperingatkan rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Gaza sepenuhnya bisa berakhir menjadi malapetaka besar (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Militer Israel memperingatkan bahwa rencana Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk mencaplok Jalur Gaza sepenuhnya bisa berakhir menjadi bencana besar. 

Selain mengancam nyawa seluruh sandera yang masih hidup, operasi darat skala besar juga diperkirakan akan menelan korban dari pihak tentara Israel.

Mengutip laporan surat kabar Maariv, para pejabat keamanan Israel semakin khawatir dengan desakan Netanyahu yang ingin menguasai 20 persen wilayah Gaza yang masih di luar kendali. Rencana ini didorong oleh tekanan kuat dari menteri-menteri sayap kanan, termasuk Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, dan Menteri Permukiman Orit Strock.

Namun, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak langkah tersebut. Mereka mengusulkan strategi yang lebih hati-hati, berupa pengepungan dan serangan terarah, untuk menghindari risiko besar di lapangan.

Kepala Staf IDF, Eyal Zamir, bahkan menyebut rencana Netanyahu sebagai “jebakan strategis” yang bisa menguras kekuatan militer dan mengganggu stabilitas Israel.

Sandera dan Tentara Jadi Taruhan

Perkiraan militer menunjukkan sekitar 20 sandera Israel yang masih hidup di Gaza terancam tewas, baik akibat aksi para penculik maupun terkena serangan militer sendiri. Lebih dari itu, IDF memperingatkan puluhan tentara bisa tewas dan ratusan lainnya luka-luka jika operasi skala besar dijalankan.

Para pejuang Gaza diduga telah memasang jebakan, ranjau darat, dan pertahanan berlapis yang bisa memperlambat pergerakan pasukan serta meningkatkan jumlah korban. 

Israel kehilangan banyak tentara sejak menggelar operasi terbaru di Gaza pada bulan lalu. Beberapa kejadian mengungkap, banyak tentara Zionis tewas dalam kendaraan lapis baja yang dibom atau menginjak ranjau yang ditanam para pejuang.

Dalam serangan paling mematikan sepanjang 2025, tujuh tentara Israel tewas sekaligus dalam serangan Hamas dan beberapa lainnya luka.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut