Mantan Pegawai Twitter Blak-blakan soal Nonaktifnya Akun Donald Trump
BERLIN, iNews.id – Bahtiyar Duysak, pria berusia 20 tahun asal Jerman yang menonaktifkan akun Twitter pribadi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, @realDonaldTrump, muncul ke publik.
Mantan pegawai Twitter itu menegaskan tidak punya motif lain untuk merekomendasikan penonaktifkan akun Trump, melainkan hanya memenuhi keluhan yang masuk ke perusahaan. Sebagai pegawai bagian Customer Support Twitter, dia berusaha melayani sebaik mungkin setiap keluhan.
"Menurut pendapat saya, ini benar-benar sebuah kesalahan. Jika saya terlibat dalam hal ini, saya meminta maaf jika ada pihak yang tersakiti. Saya tidak melakukan ini dengan sengaja," ungkap Duysak dalam wawancara dengan TechCrunch.
Dia menambahkan, pekerjaan yang sibuk di Amerika membuatnya lelah. Hal itu yang menjadi penyebabnya melakukan kelalaian.
"Setiap orang bisa saja melakukan kesalahan," ungkapnya.
Duysak juga menegaskan, nonaktifnya akun Donald Trump selama 11 menit merupakan kebetulan semata.
"Saya tidak meng-hack siapa pun, saya tidak melakukan sesuatu di luar kewenangan saya," tegasnya.
Atas dasar itulah Duysak yakin bahwa dia tidak melanggar aturan Twitter. Semua prosedur terkait dengan tugasnya sudah dilakukan.
"Saya garis bawahi saya tidak melanggar aturan. Bagi saya ini benar-benar hanya kebetulan, itu saja," tutupnya.
Setelah akunnya nonaktif selama 11 menit pada Kamis 2 November 2017 sekitar pukul 19.00, Donald Trump kembali berkicau seperti tidak terjadi sesuatu. Trump tampaknya tidak ambil pusing dengan masalah yang sempat menyita perhatian para pengikutnya itu.
Tidak satu pun cuitannya yang menyinggung soal Twitter setelah sempat nonaktif. Tweet pertama yang diunggahnya adalah soal kebijakan pajak.
Akun resmi Gedung Putih @POTUS juta tidak terdampak penonaktifan akun Trump. Donald Trump memiliki 43,6 juta pengikut sampai 30 November 2017 siang.
Editor: Anton Suhartono