Mantan Presiden Brasil 'Sengaja' Dipenjara agar Tak Ikut Pemilu 2018
RIO DE JANEIRO, iNews.id - Menteri Kehakiman dan jaksa penuntut Brasil bekerja sama untuk menghukum mantan presiden sayap kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, atas tuduhan korupsi. Menurut sebuah laporan, hal itu dilakukan untuk mencegah Lula da Silva ikut dalam pilpres 2018.
Mengutip dokumen yang bocor, situs web Intercept yang didirikan oleh Glenn Greenwald menyatakan, sumber anonim menyediakan materi termasuk chat pribadi, rekaman audio, video dan foto, yang menunjukkan "kesalahan serius, perilaku tidak etis, dan penipuan sistematis" oleh Lula.
The Intercept menyebut, para jaksa penuntut dalam penyelidikan anti-korupsi besar-besaran selama bertahun-tahun yang dikenal sebagai "Car Wash" menyatakan keraguan serius apakah ada cukup bukti untuk menetapkan bahwa Lula bersalah.
Menteri Kehakiman Sergio Moro merupakan hakim antikorupsi yang menjatuhkan hukuman pertama atas Lula pada 2017. Hukuman itu membuat Lula tak bisa mencalonkan diri dalam pilpres yang kemungkinan bakal dimenangkannya.
Presiden Brasil saat ini, Jair Bolsonaro, yang mengatakan selama kampanye bahwa dia berharap Lula akan "membusuk di penjara," kemudian menjadikan Moro sebagai bagian dari kabinetnya.
Greenwald pun mengatakan di Twitter bahwa informasi yang bocor itu adalah salah satu yang terbesar dan paling penting dalam beberapa tahun terakhir.
"Ini hanya awal dari apa yang kami ingin ungkapkan dari arsip besar ini tentang dia (Moro) dan para jaksa yang bekerja secara tidak etis dengannya (Moro)," tulis Greenwald.
Dokumen-dokumen itu belum dapat diverifikasi oleh AFP.
Klaim ini muncul di saat yang buruk bagi Bolsonaro, yang menghadapi serangan oposisi yang terus meningkat kurang dari enam bulan setelah menjabat presiden. Hal itu disebabkan negara ekonomi terbesar Amerika Latin itu diambang resesi.
Menanggapi laporan The Intercept, Moro membela tindakannya sebagai hakim dalam penyelidikan Car Wash yang sedang berlangsung. Dia mengatakan materi yang diperoleh untuk menghukum Lula telah dicuri dari ponsel para jaksa penuntut dan sengaja dibongkar dan dibuat sensasional.
Lula, yang memimpin Brasil dari 2003 hingga 2010, membantah semua tuduhan korupsi terhadapnya, dengan alasan semua hal itu untuk mencegahnya berkompetisi dalam pilpres.
Dia menjalani hukuman penjara yang dikurangi delapan tahun dan 10 bulan setelah dinyatakan bersalah menerima apartemen tepi laut sebagai suap karena membantu perusahaan konstruksi OAS mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan dengan perusahaan minyak negara Petrobas.
Editor: Nathania Riris Michico