Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Habiburokhman Wanti-Wanti Penumpang Gelap Reformasi Polri: Harus Kita Kawal
Advertisement . Scroll to see content

Mayat Penumpang Gelap Ditemukan di Kompartemen Roda Pesawat, Diduga Tewas karena Kedinginan

Selasa, 20 April 2021 - 12:57:00 WIB
Mayat Penumpang Gelap Ditemukan di Kompartemen Roda Pesawat, Diduga Tewas karena Kedinginan
Seorang penumpang gelap ditemukan tewas di kompartemen roda pesawat di Bandara Schiphol, Amsterdam (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

AMSTERDAM, iNews.id - Seorang penumpang gelap ditemukan tewas di kompartemen roda pesawat di Bandara Schiphol, Amsterdam, Belanda, yang baru mendarat dari Nigeria, Senin (19/4/2021) sore waktu setempat.

Pihak berwenang Belanda tengah menyelidiki identitas pria itu serta penyebab kematiannya.

Dari pemeriksaan awal kepolisian, seperti dikutip dari Daily Star, Selasa (20/4/2021), pria itu kemungkinan meninggal akibat hipotermia dipicu suhu dingin ekstrem dalam penerbangan pesawat selama 6 jam dan 45 menit dari Lagos ke Amsterdam.

Dia diduga merupakan imigran gelap yang ingin masuk Eropa dengan bersembunyi di kompartemen roda.

Seorang juru bicara Korps Marsose Kerajaan Belanda mengatakan, pria itu bersembunyi di lengkungan roda. 

"Suhu rendah selama penerbangan mungkin berakibat fatal baginya," katanya. 

Jika selamat dalam penerbangan berisiko itu, lanjut dia, dia kemungkinan akan mencari suaka.

Dalam kasus serupa, pada Februari lalu seorang remaja laki-laki 16 tahun asal Kenya ditemukan bersembunyi di roda pesawat yang mendarat di Bandara Maastricht Aachen, Jerman, dari London. Dia selamat namun dirawat di rumah sakit karena menderita hipotermia parah.

Kasus lain, seorang pria jatuh dari roda pesawat yang akan mendarat di bandara London. Jenazahnya ditemukan di taman Clapham. Dia diketahui bersembunyi di roda pesawat Kenya Airways yang terbang dari Kenya menuju ke Heathrow.

Berdasarkan pedoman badan PBB yang menangani pengungsi UNHCR, pencari suaka yang kabur harus dilindungi dari upaya pemulangan paksa ke negara asalnya karena mereka berada dalam situasi yang sangat rentan, membutuhkan perlindungan internasional dan membutuhkan solusi yang lama.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut