Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Perluas Wawasan Industri Mahasiswa, MNC University Company Visit ke McDonald’s
Advertisement . Scroll to see content

McDonald’s Setop Pakai Tomat di India gara-gara Harga Komoditas Melambung

Sabtu, 08 Juli 2023 - 17:23:00 WIB
McDonald’s Setop Pakai Tomat di India gara-gara Harga Komoditas Melambung
Restoran cepat saji McDonald's di India berhenti menggunakan tomat dalam penyajian makanannya karena melambungnya harga bahan makanan itu (ilustrasi). (Foto: Ist.)
Advertisement . Scroll to see content

NEW DELHI, iNews.id – Harga tomat di sejumlah wilayah India melonjak lima kali lipat sebagai dampak dari menurunnya hasil panen komoditas pertanian tersebut akibat cuaca buruk. Kondisi tersebut memaksa McDonald’s berhenti menggunakan tomat dalam penyajian menunya di sebagian besar restoran mereka di India utara dan timur.

Rantai makanan cepat saji global itu menyatakan, saat ini produk pertanian berkualitas kurang tersedia di pasaran India. Sementara pada saat yang sama, ada kenaikan tajam untuk biaya yang mesti dikeluarkan untuk pembelian bahan baku. Karena itulah, perusahaan memutuskan untuk membatasi penggunaan tomat, menurut Press Trust of India.

Bloomberg melansir, harga bahan pangan pokok di India baru-baru ini melambung tinggi lantaran cuaca yang tidak baik seperti hujan lebat serta suhu yang lebih panas dari biasanya. Hal itu telah berdampak pada area pertanian di negara itu.

Tomat menjadi salah satu komoditas penting di India. Buah atau sayuran ini digunakan secara luas dalam berbagai masakan di seluruh negeri anak benua itu. Sementara lonjakan harga dapat memicu gejolak di tengah masyarakat setempat, sama halnya jika itu terjadi pada komoditas lain seperti bawang—yang dapat menyebabkan tergulingnya pemerintah di negara Asia Selatan itu.

Menurut hasil studi oleh para peneliti di Reserve Bank of India yang diterbitkan pada Kamis (6/7/2023) lalu, fluktuasi biaya juga dapat mengacaukan upaya bank sentral untuk mengendalikan inflasi dan dampaknya yang tidak proporsional pada kelompok rentan secara ekonomi. 

Tomat, bawang, dan kentang memang hanya bagian kecil dari daftar Gabungan Indeks Harga Konsumen nasional India. Akan tetapi, bahan-bahan pangan itu menjadi kontributor utama volatilitas inflasi utama, kata studi tersebut.

Kenaikan harga bahan-bahan tersebut dapat menyebabkan kenaikan biaya sayuran dan barang-barang lainnya di India, sehingga berdampak negatif terhadap inflasi dan ketahanan pangan negara itu.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut