Membelot ke Korsel, Tentara Korut Ditembak Enam Kali
SEOUL, iNews.id – Seorang tentara Korea Utara (Korut) yang ditembak saat membelot ke Korea Selatan (Korsel), Senin 13 November 2017, diketahui terkena sedikitnya enam kali tembakan di tubuhnya. Nyawanya masih bisa terselematkan setelah dibawa menggunakan helikopter ke rumah sakit. Korban ditemukan dalam kondisi lemah di tumpukan daun oleh tiga pasukan Korsel.
Pasukan United Nation Command (UNC) pimpinan Amerika Serikat yang bertugas memonitor perbatasan dua Korea di Panmunjom mengungkap bahwa korban melintasi perbatasan yang dijaga ketat oleh pasukan Korut.
"Dia keluar dari kendaraan lalu melanjutkan menyeberang ke arah selatan melintasi garis perbatasan terus ditembak oleh pasukan Korut lainnya," demikian pernyataan UNC, seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/11/2017).
Sementara itu pejabat Kepala Staf Gabungan Korsel menjelaskan, ada setidaknya 40 tembakan yang dilepaskan pasukan penjaga perbatasan Korut. Dokter yang merawat korban menemukan setidaknya enam luka bekas tembakan peluru. Luka terparah ada di perut korban.
"Dia terkena sedikitnya enam tembakan di tubuhnya dan luka terparah masuk ke perut," kata Lee Cook Jong, dokter yang merawat tentara nahas itu.
UNC memastikan tidak ada aksi tembakan balasan dari pihak Korsel maupun PBB. Tidak ada pula pasukan Korsel dan PBB yang menderita luka dalam insiden yang terjadi pada pukul 16.00 waktu setempat itu.
Berbeda dengan perbatasan lain, Panmunjom tidak dipasangi ranjau darat serta kawat berduri, melainkan hanya dibatasi dengan tembok beton yang rendah. Hal ini memungkinkan untuk dilintasi warga. Meski demikian sangat jarang terjadi ada pasukan yang membelot melalui perbatasan ini.
Editor: Anton Suhartono