Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tragis! 14 Bayi Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan
Advertisement . Scroll to see content

Mencekam! 14 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:57:00 WIB
Mencekam! 14 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit
Kebakaran di rumah sakit tewaskan 14 bayi baru lahir. (Foto: X)
Advertisement . Scroll to see content

ISLAMABAD, iNews.id – Suasana mencekam menyelimuti Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) di Islamabad, Pakistan, setelah kebakaran melanda ruang perawatan bayi baru lahir pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Tragedi tersebut berakhir memilukan. Sebanyak 14 bayi baru lahir meninggal dunia, sementara hanya satu bayi yang berada di ruang perawatan tersebut berhasil diselamatkan. Seperti apa informasi selengkapnya?

Kebakaran terjadi di Mother and Child Health Ward, tepatnya di area neonatal intensive care unit (NICU) tempat bayi-bayi yang membutuhkan perawatan intensif dirawat.

Bayi-bayi tersebut berada dalam kondisi yang sangat rentan. Sebagian membutuhkan bantuan oksigen dan peralatan medis untuk bertahan hidup.

Ketika api mulai berkobar, asap dengan cepat memenuhi ruangan. Kondisi itu membuat proses evakuasi menjadi sangat sulit. Bayi-bayi yang belum mampu bergerak sendiri sepenuhnya bergantung pada dokter, perawat, dan petugas penyelamat untuk membawa mereka keluar dari ruangan.

Namun, dari 15 bayi yang berada di dalam ruang perawatan, hanya satu yang akhirnya berhasil diselamatkan. Sebanyak 14 bayi lainnya meninggal dunia.

Api Membesar dengan Cepat

Kebakaran dilaporkan terjadi pada pagi hari sekitar pukul 06.45 waktu setempat.

Menteri Kesehatan Pakistan Mustafa Kamal mengatakan rekaman kamera pengawas menunjukkan adanya percikan yang diduga berasal dari unit pendingin udara sebelum api membesar.

Dalam waktu singkat, api dan asap menyelimuti ruangan tempat bayi-bayi dirawat.

Situasi semakin berbahaya karena area NICU menggunakan oksigen untuk membantu bayi yang mengalami gangguan pernapasan. Tingginya kadar oksigen dapat membuat api menyebar lebih cepat.

Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus melakukan evakuasi.

Dalam proses penyelamatan, petugas bahkan dilaporkan harus menggunakan tangga dan memecahkan sejumlah jendela untuk mencapai area yang terbakar.

Sejumlah pasien dan orang yang berada di dalam bangunan berhasil dievakuasi. Namun, kondisi 15 bayi di ruang NICU menjadi bagian paling memilukan dari tragedi tersebut.

Orang Tua Menunggu dalam Kepanikan

Di luar gedung rumah sakit, keluarga pasien diliputi kepanikan. Mereka berusaha mendapatkan informasi mengenai kondisi bayi dan anggota keluarga yang berada di dalam bangunan.

Tangisan pecah ketika kabar kematian bayi mulai disampaikan. Salah seorang ayah, Khurram Mehmood, kehilangan putrinya yang baru berusia tiga hari. Putrinya berada di rumah sakit ketika kebakaran terjadi.

Mehmood mengatakan keluarganya hanya bisa menunggu di luar sembari berharap pertolongan segera datang.

Bagi keluarga korban, tragedi tersebut bukan sekadar kebakaran di sebuah rumah sakit. Mereka kehilangan anak yang baru saja hadir dalam kehidupan mereka.

Bayi-bayi yang seharusnya mendapatkan perawatan dan kemudian pulang ke rumah bersama orang tua justru tidak pernah meninggalkan rumah sakit dalam keadaan hidup.

Muncul Kesaksian soal Kondisi Ruang Bayi

Setelah kebakaran, sejumlah keluarga korban mempertanyakan sistem keselamatan di rumah sakit.

Beberapa saksi mengklaim akses menuju ruang perawatan bayi dalam kondisi tertutup atau sulit digunakan ketika kebakaran terjadi. Ada pula kesaksian yang menyebut pintu menuju ruang neonatal dalam kondisi terkunci.

Namun, pihak PIMS membantah bahwa pintu tersebut dikunci.

Direktur Eksekutif PIMS Rana Imran Sikander menjelaskan pintu dijaga oleh petugas untuk alasan keamanan. Sebelumnya, rumah sakit tersebut disebut pernah menghadapi kasus penculikan bayi.

Perbedaan keterangan tersebut kini menjadi salah satu hal yang harus diusut dalam penyelidikan.

Pemerintah Pakistan Bentuk Investigasi

Pemerintah Pakistan langsung mengambil langkah setelah tragedi tersebut.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kebakaran sekaligus memastikan apakah terdapat kelalaian dalam sistem keselamatan rumah sakit. Pemerintah juga membentuk komite investigasi.

Dalam perkembangan berikutnya, Sekretaris Kesehatan Federal Pakistan Aslam Ghauri diberhentikan dari jabatannya setelah tragedi tersebut.

Penyebab pasti kebakaran juga masih diselidiki.

Selain dugaan masalah pada unit pendingin udara, laporan awal turut menyebut kemungkinan adanya masalah pada peralatan medis, termasuk nebulizer, yang kemudian diperburuk oleh keberadaan oksigen di ruang perawatan.

Karena penyelidikan masih berlangsung, penyebab tersebut belum dapat disebut sebagai penyebab final.

Kini, duka menyelimuti keluarga 14 bayi yang menjadi korban. Mereka datang ke PIMS dengan harapan mendapatkan perawatan terbaik bagi buah hati mereka. Namun, tragedi kebakaran itu justru membuat mereka pulang tanpa bayi yang baru saja mereka nantikan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut