Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : AS Serang Iran Lagi, Ledakan Terdengar di Pulau Qeshm
Advertisement . Scroll to see content

Mencekam! Rekaman Kopilot Jet Pribadi Sebelum Jatuh di Florida: Kami Akan Hantam Tanah!

Selasa, 03 November 2026 - 14:36:00 WIB
Mencekam! Rekaman Kopilot Jet Pribadi Sebelum Jatuh di Florida: Kami Akan Hantam Tanah!
Rekaman percakapan kopilot Learjet 60 dengan petugas ATC sebelum jatuh dan meledak di Florida beredar (Foto: Media Sosial)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Rekaman audio percakapan antara kopilotpesawat jet pribadiLearjet 60 dengan petugas air traffic control (ATC) sebelum jatuh dan meledak, Minggu (31/10/2026), beredar luas. Dari rekaman terungkap, kopilot menyampaikan pesawatnya mengalami masalah hingga kehilangan ketinggian secara tiba-tiba.

Kopilot, Nathalia Filgueiras (20), mengatakan kepada petugas ATC penumpukan es di sayap seraya meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki.

“Kru pesawat mengirim pesan ke ATC bahwa mereka mengalami penumpukan es tipis dan jernih, yang masih bisa diatasi, dan juga turbulensi sedang,” kata Tom Chapman, kepala penyelidik kecelakaan pesawat Learjet 60 dari Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB), seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (3/11/2026).

Menurut Chapman, pesawat berada di ketinggian 35.000 kaki saat pertama kali melaporkan masalah.

“Tak lama kemudian, kru pesawat mengirim pesan, ‘Kami mendeteksi hujan, meminta izin untuk naik ke ketinggian 37.000 kaki jika memungkinkan'," kata Chapman, menirukan pernyataan Nathalia, seraya menambahkan permintaan itu disetujui petugas ATC.

Chapman menambahkan, kurang dari 30 detik kemudian, transmisi dari pesawat mengumumkan penurunan ketinggian, diikuti panggilan darurat mayday. 

Sekitar pukul 12.48, pilot kembali mengirim transmisi.

"Kami dalam kondisi kecepatan berlebih, sedang menukik. Selanjutnya tak bisa dipahami. Sayangnya, semua penumpang tewas,” tuturnya.

Kopilot sempat mengatakan, pesawat dengan nomor ekor N722BD itu turun dengan kecepatan lebih dari 20.000 kaki per menit (setara 101 meter per detik).

“Kami akan menghantam tanah,” kata pilot, dalam rekaman.

Rekaman berakhir menngungkap Nathalia berteriak, “Astaga, kita kehabisan waktu."

Kemudian petugas ATC berusaha menghubungi kembali, namun tak ada jawaban.

Beberapa video yang beredar di media sosial menunjukkan, pesawat yang dalam penerbangan dari Bandara Internasional Austin-Bergstrom, Texas, itu menuju Bandara North Eleuthera, Bahama, menghujam ke tanah di pinggir jalan raya secara vertikal dalam kecepatan tinggi.

Kecelakaan tersebut menewaskan sembilan orang, selain Nathalia, turut menjadi korban kapten pilot, Jeff Gregory (55).

Para penumpang yang tewas adalah Adam Robinson (45), pengusaha teknologi yang berbasis di Texas, istrinya Helen Sharp (40, dan dua anak mereka, Emma (4) serta Charlie (2). 

Teman dekat keluarga tersebut, Rachael Reed dan Charmi Fehr, juga tewas, bersama Anita Maria Cetina, pengasuh anak.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut