Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Festival Kasih Nusantara 2025 Digelar Kemenag, Natal Bersama Jadi Simbol Harmoni
Advertisement . Scroll to see content

Mengapa Paus Baru Pilih Nama Leo XIV? Berikut Sejarahnya

Jumat, 09 Mei 2025 - 09:05:00 WIB
Mengapa Paus Baru Pilih Nama Leo XIV? Berikut Sejarahnya
Kardinal Robert Francis Prevost memilih Leo XIV sebagai nama kepausannya (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

VATICAN CITY, iNews.id - Mengapa Kardinal Robert Francis Prevost memilih Leo XIV sebagai nama kepausannya? Memilih nama kepausan merupakan hak setiap kardinal setelah terpilih dalam konklaf.

Paus sebelumnya memilih Fransiskus dan pendahulunya lagi Benediktus. Namun Prevost telah menentukan untuk menggunakan nama Leo XIV.

Keputusannya untuk mengadopsi nama 'Leo' menempatkannya dalam garis keturunan yang terkait dengan kepemimpinan yang kuat. Nama tersebut juga mengingatkan kembali sosok Paus Leo Agung yang menjabat pada tahun 440 hingga 461. Dia berperan membujuk bangsa Hun untuk tidak menyerang Roma saat itu.

Mengapa Paus Baru Memilih Nama Leo XIV?

Prevost belum secara resmi menjelaskan alasan mengapa memilih nama Leo. Meski demikian, Leo merupakan nama kepausan yang memiliki pengaruh sangat kuat berdasarkan sejarah. Faktanya, nama tersebut telah digunakan oleh 13 paus sebelumnya, yang berarti sangat digemari.

Paus terakhir sebelum Prevost yang menggunakan nama sama adalah Paus Leo XIII yang memimpin gereja Katolik pada periode 1878 hingga 1903. Dia menjadi pemimpin Katolik yang berkuasa paling lama keempat dari seluruh paus.

Sementara itu simbolisme nama tersebut bisa merujuk kepada Santo Leo Agung, paus di masa awal yang sangat berpengaruh secara doktrinal.

Berdasarkan catatan, paus populer yang menggunakan nama ini mencakup Leo III yang menobatkan Charlemagne sebagai Kaisar Romawi Suci pada 800 dan Leo X yang mengucilkan Martin Luther pada 1821.

Melansir laman Washington Post, Pendeta Christopher Robinson menilai pemilihan nama kepausan Leo XIV untuk menunjukkan komitmennya terhadap ajaran sosial gereja, seperti pendahulunya, yakni Paus Leo XIII.

Sebagai informasi, Paus Leo XIII menerbitkan ensiklik “Rerum novarum" yang berbicara tentang martabat manusia dan martabat buruh.

"Dengan memilih nama Leo XIV, ia menunjukkan komitmennya terhadap ajaran sosial gereja, yang telah menjadi dasar pendahulunya, Leo XIII," ujar dia. 

Prevost terpilih sebagai paus yang baru berdasarkan hasil voting pada konklaf hari kedua di Kapel Sistina, Kamis (8/5/2025) malam waktu Vatikan. Pria 69 tahun itu menggantikan Paus Fransiskus yang wafat bulan lalu pada usia 88 tahun.

Pemilihan Prevost sebagai paus dianggap sebagai kewajaran. Pasalnya 80 persen kardinal yang mengikuti konklaf ditunjuk oleh Paus Fransiskus. Tak heran jika Prevost bisa terpilih meski baru 2 tahun menyandang jabatan kardinal.

Selain itu Prevost dipandang sebagai sosok yang mendukung keberlanjutan reformasi Gereja Katolik sebagaimana diperjuangkan Fransiskus. Dia juga diyakini memiliki pandangan yang sama dengan Fransiskus mengenai masalah migran, kaum miskin, serta lingkungan.

Editor: Puti Aini Yasmin

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut