Mengenal Roket Soyuz 2 Milik Rusia yang Dikunjungi Kim Jong Un
JAKARTA, iNews.id - Presiden Rusia Vladimir Putin menerima kunjungan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Rabu (13/9/2023). Keduanya bertemu di Kosmodrom Vostochny, Timur Jauh, Rusia.
Para pengamat menilai, Kosmodrom Vostochny dipilih karena potensi kerja sama antariksa kedua negara. Korut meluncurkan dua roket yang membawa satelit ke orbit yakni pada Mei dan Agustus lalu, namun keduanya gagal meluncur.
Sejak lama, Kim Jong Un berambisi mempunyai satelit mata-mata. Kebutuhan akan satelit mata-mata menjadi semakin mendesak terkait meningkatnya aktivitas militer Amerika Serikat dan Korsel serta Jepang di kawasan. Selain itu satelit mata-mata memungkinkan Korut mendeteksi serangan lebih dini ke wilayahnya.
Saat bertemu di Kosmodrom Vostochny, Putin dan Kim melakukan tur pada fasilitas perakitan serta peluncuran roket Angara dan Soyuz 2.
Putin Terima Undangan Kim Jong Un ke Korut, Beri Hadiah Sarung Tangan Luar Angkasa
Soyuz 2 meluncur di Kosmodrom Vostochny pada 2016.
Soyuz 2 merupakan kendaraan peluncur kelas menengah tiga tahap yang dikembangkan serta diproduksi oleh pusat luar angkasa Rusia.
Momen Vladimir Putin Jabat Erat Tangan Kim Jong Un, Sinyal Korut Dukung Rusia
Melansir Russianspaceweb, roket ini mempunyai panjang 46,3 meter, diameter maksimum 10,3 meter, serta massa lepas landas hingga 313 ton.
Soyuz 2 menggabungkan semua keunggulan pendahulunya. Peluncur Soyuz generasi baru mempunyai keandalan tinggi, multifungsi, serta ramah lingkungan.
Saat ini Soyuz 2 digunakan untuk misi berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) hingga implementasi program luar angkasa Rusia.
Editor: Anton Suhartono