Mengharukan, Kakek Ini Rela Jual Rumah dan Tidur di Bajaj agar Cucu Bisa Jadi Guru
MUMBAI, iNews.id - Kisah mengharukan datang dari Mumbai, India. Seorang pria lanjut usia rela menjual harta berharga satu-satunya yakni rumah agar cucunya bisa sekolah dan mewujudkan impiannya menjadi guru.
Pria bernama Deshraj Ji itu bahkan rela tidur di bajaj-nya setiap malam karena tak memiliki tempat tinggal lagi. Deshraj mengaku senang meskipun harus tinggal di bajaj agar sang cucu bisa mewujudkan impiannya.
Kisah Deshraj diangkat di akun Instagram Humans of Bombay hingga menjadi viral.
Kisah pilu ini bermula 6 tahun lalu setelah kematian putra sulungnya.
Sinyal Jelek, Menteri di India Ini Terpaksa Naik Bianglala agar Bisa Menelepon
“6 tahun lalu, putra sulung saya menghilang dari rumah. Sepekan kemudian, seorang menemukan mayatnya di sebuah bajaj, dia baru berusia 40 tahun. Sebagian diri saya seperti mati bersamanya, namun terbebani oleh tanggung jawab. Saya bahkan tidak punya waktu untuk berduka. Keesokan hari, saya kembali ke jalan mengendarai bajaj saya," kata Deshraj, seperti dilaporkan kembali World of Buzz.
Penderitaan belum berakhir, 2 tahun kemudian putranya yang lain juga meninggal akibat bunuh diri. Lagi-lagi tak ada waktu untuk berduka. Dehsraj tetap harus mencari nafkah untuk istri, menantu, dan cucunya dengan menarik bajaj. Tanggungannya pun semakin bertambah.
Mengharukan, Bocah 10 Tahun Penderita Kanker Otak Wujudkan Mimpi Jadi Polisi
“Setelah kremasi, cucu perempuan saya bertanya, 'Dadaji, apakah saya harus berhenti sekolah'. Saya mengumpulkan semua keberanian dan meyakinkan dia, 'Tidak pernah! Kamu belajar setinggi yang kamu inginkan," katanya.
Sejak itu dia bekerja lebih keras, narik bajaj dari rumah pukul 06.00 sampai tengah malam. Namun kelamaan dia berpikir, tak mungkin bisa membiayai cucunya bersekolah tinggi dengan hanya mengandalkan penghasilan dari menarik bajaj.
"Apakah saya bisa mendapatkan 10.000 rupee (sekitar Rp2 juta) sebulan. Setelah menghabiskan 6.000 rupe untuk biaya sekolah mereka, saya hanya memiliki sisa 4.000 rupee untuk memberi makan keluarga, terdiri dari tujuh orang," tuturnya.
Keluarganya hampir tidak makan, menyebabkan istri Deshraj sakit. Dia terpaksa meminta derma dari orang dengan mendatangi rumah demi rumah demi membiayai pengobatan sang istri.
“Tapi, semuanya tampak sepadan pada tahun lalu, cucu perempuan saya memberi tahu dia telah mendapatkan nilai 80 persen dalam ujian kelas ke-12. Saya berada di awan. Sepanjang hari, saya memberi tumpangan gratis kepada semua pelanggan. Dia berkata kepada saya, 'Dadaji, saya ingin mengambil pelatihan B.Ed di Delhi,” ucapnya.
Sejak itu dia menjual rumah untuk membiayai pendidikan sang cucu. Dia mengirim istri, menantu, dan cucu lainnya, ke rumah kerabat di desa. Deshraj pun sehari-hari tinggal di bajajnya di Mumbai.
Setahun sudah dia menjual rumah demi pendidikan cucunya dan tidak menyesali apa pun.
"Saya makan dan tidur di bajaj saya dan pada siang hari saya membawa penumpang. Hanya duduk, terkadang kaki saya sakit, tapi kemudian cucu perempuan saya menelepon dan memberi tahu 'Saya di peringkat pertama di kelas' dan semua rasa sakit hilang," ujarnya.
“Saya tidak sabar menunggu dia menjadi guru sehingga bisa memeluknya dan berkata 'Kamu telah membuat saya sangat bangga'. Dia akan menjadi sarjana pertama di keluarga kami," ucapnya.
Kisah Deshraj menjadi viral, mendorong netizen membuat halaman crowdfunding untuknya. Mereka berhasil mengumpulkan 2,4 juta rupee atau sekitar Rp472 juta.
“Dukungan yang Deshraj Ji terima sangat besar! Karena Anda semua berusaha keras untuk membantunya, dia sekarang memiliki atap di atas kepala (rumah) dan tetap bisa mendidik cucunya! Terima kasih banyak,” demikian penyataan Humans of Bombay.
Editor: Anton Suhartono