Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump: Saya Akan Dimakzulkan!
Advertisement . Scroll to see content

Menhan Venezuela: Pasukan AS Bunuh Pengawal Maduro dan Staf Kepresidenan dengan Kejam

Senin, 05 Januari 2026 - 07:19:00 WIB
Menhan Venezuela: Pasukan AS Bunuh Pengawal Maduro dan Staf Kepresidenan dengan Kejam
Donald Trump merilis foto Nicolas Maduro setelah ditangkap oleh militer AS (Foto: Truth Social)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Venezuela Vladimir Padrino Lopez menyebut pasukan Amerika Serikat (AS) membunuh dengan kejam pengawal Presiden Nicolas Maduro serta staf kepresidenan dalam operasi militer yang berujung pada penculikan kepala negara tersebut, Sabtu (3/1/2026).

Serangan AS ke Venezuela menewaskan sedikitnya 80 orang, sebagaimana dilaporkan surat kabar The New York Times mengutip keterangan pejabat senior Venezuela, Senin (5/1/2026). Korban tewas tidak hanya berasal dari kalangan militer, tapi juga warga sipil.

Pejabat tersebut menyebutkan angka korban masih berpotensi bertambah, mengingat proses penyisiran di sejumlah lokasi serangan masih terus dilakukan pascaserangan yang terjadi pada Sabtu (3/1/2026) waktu setempat. Hingga kini, pemerintah Venezuela belum mengumumkan secara resmi jumlah pasti korban tewas maupun luka.

Dalam pernyataannya, Lopez menegaskan pasukan AS membunuh banyak pengawal kepresidenan saat menculik Presiden Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Bahkan, sejumlah staf kepresidenan yang berstatus warga sipil disebut ikut menjadi target pembunuhan.

“Angkatan bersenjata nasional Bolivarian dengan tegas menolak penculikan pengecut terhadap warga Nicolas Maduro Moros, presiden konstitusional Republik Bolivarian Venezuela dan Panglima Tertinggi kami, serta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores de Maduro,” ujar Lopez, seperti dikutip dari Sputnik.

Dia menambahkan, aksi tersebut dilakukan setelah pasukan AS terlebih dulu melumpuhkan sistem keamanan di sekitar presiden dengan cara brutal. 

“Kejahatan itu dilakukan pada hari Sabtu, 3 Januari, setelah sebagian besar tim keamanannya, personel militer, serta warga sipil yang tidak bersalah dibunuh dengan kejam,” kata Lopez.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut