Meninggal di Usia 61 Tahun, Ini Sosok Presiden Vietnam Tran Dai Quang
HANOI, iNews.id - Presiden Vietnam Tran Dai Quang meninggal dunia, Jumat (21/9/2018). Dia meninggal di usia 61 tahun setelah bertahun-tahun berjuang melawan penyakit.
Dia menjabat sebagai presiden sejak April 2016, setelah lebih dari 40 tahun berkecimpung di Kementerian Keamanan Publik Vietnam dan menjadi sosok yang disegani.
Quang dikenal sebagai pemimpin yang tegas, sedikit toleransi atas perbedaan pendapat. Namun, dia juga dikenal sebagai sosok yang tenang dan kalem.
Berikut profil singkat Presiden Vietnam Tran Dai Quang semasa hidupnya.
Tran Dai Quang merupakan politisi Vietnam yang lahir pada 12 Oktober 1956 di Provinsi Ninh Binh, tempat yang saat itu merupakan Republik Demokratik Vietnam.
Lahir dari keluarga sederhana, ayah Tran Dai Quang bekerja sebagai nelayan di sungai, sedangkan ibunya sebagai penjual pisang.
Mereka memiliki enam anak, empat merupakan anak laki-laki. Kemudian sang ayah meninggal dan ibunya berjuang untuk membesarkan Quang serta saudaranya. Quang membantu ibunya bertani.
Quang merupakan putra kedua dari enam bersaudara. Saudaranya bernama Vinh, Sang, To, serta dua saudara perempuan. Adik bungsu kini menjadi sekretaris partai Tran Quoc To untuk Provinsi Thai Nguyen.
Quang menikah dengan Nguyen Thi Hien, yang dikenal sebagai Ibu Negara Vietnam. Dia dikenal sebagai sosok pekerja keras, berdedikasi, tenangan, dan mudah menenangkan.
Quang bersekolah di Sekolah Polisi Rakyat pada 1972. Dari 1972 hingga 1975, dia menjadi siswa di Sekolah Departemen Urusan Budaya Luar Negeri (sekarang Kementerian Keamanan Publik).
Pada 1975, dia menjabat sebagai pegawai di Departemen Perlindungan Politik di Kementerian Keamanan Publik. Mulai 1978, dia bekerja bekerja di Departemen Perlindungan Politik II di Kementerian Keamanan Publik.
Pada 1982 hingga 1987, Quang menjabat sebagai Wakil Sekretaris, Departemen Perlindungan Politik II Kementerian Dalam Negeri; dan menjabat di di Universitas Keamanan dari 1981 hingga 1986.
Karier sosial politiknya terus meroket hingga 2011. Pada 5 Desember 2011, Quang dipromosikan sebagai kolonel jenderal oleh Presiden Truong Tan Sang. Pada 29 Desember 2012, dia diangkat sebagai jenderal oleh presiden.
Pada Januari 2016 di Konferensi ke-14 Komite Sentral Partai XI, Quang dinominasikan sebagai presiden baru. Dia menjabat sebagai Presiden Negara Republik Sosialis Vietnam sejak 2 April 2016 hingga meninggal pada hari ini, Jumat (21/9/2018).
Quang menjabat presiden setelah dipilih oleh Majelis Nasional Vietnam, dan dinominasikan oleh pendahulunya Truong Tan Sang, yang pensiun. Quang merupakan salah satu pemimpin tertinggi Vietnam, bersama dengan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Nguyen Phu Trong (pemimpin de facto).
Dia sebelumnya menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik pada 2011 hingga 2016, dan Wakil Ketua Komite Pencegahan HIV / AIDS sejak 2011 hingga 2014. Dia merupakan anggota Politbiro ke-12 Partai Komunis Vietnam.
Pada 21 September 2018 sekitar pukul 10.05 (UTC + 7) waktu setempat, dia meninggal di Rumah Sakit Militer 108.
Dia terakhir tampil di depan publik dua hari lalu, saat menghadiri pertemuan dengan politisi China dan pejabat asing di Hanoi.
Quang merupakan sosok kuat dan berpengaruh di lingkaran dalam partai komunis. Dalam wawancara dengan AFP pada 2016, Quang membaca dari pernyataan yang disiapkan dan dengan cepat dikawal dari ruangan oleh staf saat jawabannya melenceng di luar skrip yang disiapkan.
Masa pemerintahannya didominasi oleh konflik dengan China terkait Laut Cina Selatan. Selama menjabat, Quang juga menindak keras para pemberontak. Lebih dari 40 orang dipenjara pada 2018 dan sekitar 100 orang dipenjara pada April 2018.
Editor: Nathania Riris Michico