Menlu Lavrov: Ukraina Tak Boleh Punya Senjata yang Mengancam Rusia
MOSKOW, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergei Lavrov menegaskan Ukraina tak boleh memiliki senjata yang bisa mengancam keamanan negaranya. Pernyataan ini disampaikan Lavrov setelah Kementerian Pertahanan Rusia menyebut Ukraina memiliki sekitar 30 laboratorium biologi (biolab).
"Tidak boleh ada senjata di Ukraina yang mengancam Rusia. Kami siap membicarakan jenis senjata yang tidak mengancam kami," kata Lavrov, dikutip dari Sputnik, Rabu (16/3/2022).
Dia menambahkan, negosiasi dengan Ukraina juga membahas status netral Ukraina, seiring dengan persyaratan jaminan keamanan yang diusulkan Rusia.
"Status netral (Ukraina) sekarang sedang dibahas secara serius dalam hubungannya dengan jaminan keamanan, tentu saja," kata Lavrov.
Waduh, Rusia Serang Ukraina Diduga Pakai Peralatan Militer dari Prancis
Dia mengakui negosiasi antara Rusia dan Ukraina memang sulit, namun dia menilai ada beberapa celah untuk kompromi.
Rusia Pamer Kehebatan Drone Tempur di Ukraina, Hancurkan Tank dan Kendaraan Militer
Lavrov menekankan masalah persenjataan Ukraina harus benar-benar diselesaikan, terlepas dari kemungkinan bergabungnya negara itu ke NATO. Tanpa kesepakatan ini, negara-negara Barat akan terus memasok senjata ke Ukraina.
Sebelumnya, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia akan segera menghentikan operasi militer jika pihak berwenang Ukraina mengamandemen konstitusi sehingga tak lagi berambisi bergabung ke blok mana pun.
Balas Dendam, Rusia Jatuhkan Sanksi kepada Biden dan Para Menteri AS
Namun Peskov juga menegaskan posisi Rusia yang mengakui hasil referendum Krimea yang memicu pencaplokan wilayah itu dari Ukraina pada 2014, serta kemerdekaan Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR).
Editor: Anton Suhartono