Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kanada Sepakat Pangkas Tarif Kendaraan Listrik China Jadi 6,1 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Menlu Pompeo: AS Tidak Akan Biarkan Beijing Kuasai Laut China Selatan

Sabtu, 04 Agustus 2018 - 11:26:00 WIB
Menlu Pompeo: AS Tidak Akan Biarkan Beijing Kuasai Laut China Selatan
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo memuji negara anggota ASEAN lantaran mempertahankan sanksi terhadap Korea Utara (Korut) dan mengusahakan penegakan hukum di Laut Cina Selatan.

Hal tersebut disampaikannya saat tiba di Singapura untuk menghadiri KTT ASEAN.

Kehadiran Pompeo di Singapura dibayangi kekhawatiran terhadap komitmen pemerintah Korut yang berjanji melakukan denuklirisasi di Semenanjung Korea, agar dibebaskan dari sanksi ekonomi sesuai kesepakatan dengan AS, pada Juni silam.

Terakhi, Korut dilaporkan melanjutkan pengembangan teknologi nuklir di fasilitas yang juga memproduksi peluru kendali balistik antarbenua.

Kedatangan Pompeo dibarengi dengan kehadiran Menteri Luar Negeri Korea Utara, Ri Yong Ho, yang juga diundang ke KTT ASEAN. Namun belum jelas apakah keduanya akan bertemu di sela-sela forum regional tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Pompeo juga menekankan komitmen Gedung Putih untuk menjaga kebebasan dan keterbukaan kawasan Laut China Selatan.

"AS tidak sedang membangun dominasi di kawasan tersebut (Laut China Selatan) dan akan melawan setiap negara yang berusaha melakukannya," kata Pompeo, tanpa menyebut klaim teritorial China.

Namun ironisnya, kebijakan dagang AS sendiri yang memicu perpecahan di tubuh ASEAN terkait konflik Laut China Selatan. Saat ini Kamboja, Laos, Filipina, dan Brunei sedang merapat ke China menyusul sikap agresif Presiden Donald Trump terkait ketimpangan neraca perdagangan.

Hal tersebut dikhawatirkan akan mempermudah langkah China membetoni klaim teritorialnya.

Saat ini Pemerintah AS sedang meningkatkan tekanan atas China menyusul konflik di Laut China Selatan. Pada Rabu (1/8), senat AS meloloskan Undang-Undang Pertahanan dengan anggaran senilai 716 miliar dolar AS yang antara lain dialokasikan untuk menghadang hegemoni China di kawasan.

Singapura sendiri menjadi negara kedua yang dikunjungi Pompeo dalam lawatan ke Asia Tenggara. Sebelumnya, mantann direktur CIA itu berkunjung ke Kuala Lumpur, Malaysia, untuk bertemu dengan Perdana Menteri Mahathir Mohammad. Setelahnya, Pompeo dijadwalkan terbang ke Indonesia untuk bertemu Presiden Joko Widodo.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut