Menlu Rusia Lavrov Tiba di Bali untuk Pertemuan G20, Pejabat Barat Peringatkan Ini
NUSA DUA, iNews.id - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov tiba di Bali untuk mengikuti pertemuan para menlu negara anggota G20. Ini menjadi pertemuan tatap muka pertama Lavrov dengan seterunya dari negara Barat sejak invasi Rusia ke Ukraina.
Para pejabat Barat mewanti-wanti pertemuan G20 tak boleh dimanfaatkan oleh Rusia sebagai panggung untuk mengangkat isu invasi ke Ukraina.
Indonesia selaku pemegang presidensi G20 tahun ini menekankan pertemuan pada peningkatan kerja sama guna memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi digital, serta transisi energi.
Menlu Jerman Annalena Baerbock, sebelum bertolak ke Bali, mengatakan Rusia tidak boleh diizinkan menggunakan pertemuan G20 sebagai forum untuk mengangkat isu Ukraina.
Ditanya Isu Barat Jegal Rusia di G20, Menlu Lavrov Tegaskan Percaya Kepemimpinan Indonesia
"Adalah kepentingan kita semua untuk memastikan bahwa hukum internasional harus dihormati dan dipatuhi," kata Baerbock, dikutip dari Reuters, Kamis (7/7/2022).
Menlu AS dan Rusia Akan Hadiri Pertemuan G20 di Bali, tapi Tak Akan Bertemu 4 Mata
Kantor berita Tass melaporkan, Lavrov tiba sejak Rabu malam dan akan menggelar pertemuan bilateral dengan mitranya dari beberapa negara. Namun Baerbock dan Menlu Amerika Serikat (AS) Antony Blinken tidak masuk daftar. Departemen Luar Negeri AS sebelumnya memastikan tak ada pertemuan empat mata kedua menlu.
Dalam pertemuan menteri keuangan G20 yang digelar di Washington DC pada April lalu, pejabat dari Inggris, Kanada, serta AS walk out sebagai bentuk protes terkait keikutsertaan delegas Rusia melalui sambungan video.
Sebelum ke Indonesia untuk Pertemuan G20, Menlu Rusia Sergei Lavrov Kunjungi Vietnam
Isu energi dan ketahanan pangan akan menjadi agenda utama dalam pertemuan 2 hari tersebut. Rusia dituduh memicu krisis pangan global serta memperburuk inflasi di banyak negara dengan memblokade pengiriman gandum dari Ukraina.
Rusia membantah tuduhan itu seraya menegaskan siap memfasilitasi ekspor gandum tanpa hambatan.
Editor: Anton Suhartono