Menlu Turki Sebut Pernyataan Jaksa Saudi soal Khashoggi Belum Cukup
ANKARA, iNews.id - Pemerintah Turki mengomentari pernyataan jaksa penuntut Arab Saudi soal pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di kantor konsulat di Istanbul pada 2 Oktober 2018.
Jaksa menyebut ada lima pejabat yang menghadapi hukuman mati. Selain itu, dalam keterangan terpisah, disebutkan pula bagaimana Khashoggi dibunuh, yakni dibius lalu jasadnya dimutilasi. Ini merupakan pernyataan resmi pertama dari pihak Saudi mengenai bagaimana pria 59 tahun itu dihabisi.
Namun hasil pengungkapan sementara yang disampaikan jaksa Saudi dinilai belum cukup oleh Turki. Seperti diketahui, Turki memegang kendali atas penyelidikan kasus pembunuhan yang menghebohkan dunia ini.
Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu menilai hasil penyelidikan yang dilakukan Turki mengungkap pembunuhan Khashoggi sudah direncanakan dan melibatkan pejabat tinggi Saudi.
Bukan MBS, Ini yang Beri Perintah Membunuh Khashoggi menurut Jaksa
"Kami menganggap langkah ini positif, tapi belum cukup," kata Cavusoglu, dalam wawancara televisi, seperti dilaporkan kembali AFP, Kamis (15/11/2018).
Secara pribadi, Cavusoglu mengungkap tak ada bagian dari pernyataan jaksa penuntut itu yang memuaskan.
"Pembunuhan ini sudah direncanakan," tuturnya, menegaskan.
Lebih lanjut dia menambahkan, semua yang terlibat memberikan perintah pembunuhan harus diperiksa.
"Mereka yang memberi perintah dan juga para penghasut harus diklarifikasi dan proses ini tidak boleh ditutup-tutupi," ujarnya.
Cavusoglu menegaskan, Turki akan terus melakukan semua upaya yang diperlukan untuk mengungkap pembunuhan ini dari segala aspek.
Editor: Anton Suhartono