Mikroba Pemakan Otak Ditemukan di Penampungan Air Kota, Tewaskan Bocah 6 Tahun
TEXAS, iNews.id - Penduduk di sekitar kota Lake Jackson, Texas, Amerika Serikat, diperingatkan agar tidak mengonsumsi air keran setelah mikroba pemakan otak yang mematikan ditemukan dalam jaringan pasokan air kota.
Pengujian pada sampel air menemukan mikroba bernama Naegleria fowleri yang dapat menyebabkan infeksi otak dan biasanya berakibat fatal.
Namun, infeksi bateri tersebut terbilang jarang terjadi di AS. Hanya 34 kasus infeksi dilaporkan antara 2009 sampai 2018.
Otoritas di Lake Jackson mengatakan mereka telah mendisinfeksi pasokan air, tetapi tidak tahu berapa lama cairan tersebut mampu mencegah perkembangan bakteri.
Delapan komunitas warga di Texas telah diinformasikan pada Jumat (25/9/2020) malam waktu setempat agar tidak mengonsumsi air ledeng untuk alasan apapun kecuali menyiram toilet.
Peringatan tersebut dicabut pada Sabtu (26/9/2020) kecuali Lake Johnson, kota berpenduduk lebih dari 27.000 jiwa.
Pihak berwenang di Lake Johnson mengimbau pada warga kota agar terlebih dahulu memanaskanya hingga suhu 100 derajat celcius sebelum mengonsumsinya. Warga juga diminta tidak membiarkan air masuk ke dalam hidung saat mandi.
Anak-anak, orang tua dan orang dengan sistem kekebalan yang lemah sangat rentan terinfeksi bakteri mematikan tersebut. Oleh karena itu, mereka diminta berhati-hati dan mengikuti prosedur memanfaatkan air ledeng.
Otoritas Lake Johnson mengatakan saat ini mereka tengah membilas tanki penampungan air kota dan kemudian akan melakukan tes untuk memastikan air aman digunakan.
Penyelidikan pada pasokan air ledeng kota Lake Johnson dimulai setelah seorang bocah laki-laki enam tahun tertular mikroba itu dan meninggal awal bulan ini, kata Manajer kota Lake Johnson dikutip dari BBC, Minggu (27/9/2020).
Naegleria fowleri terbentuk secara alami di air tawar dan ditemukan di seluruh dunia. Mikroba itu biasanya menginfeksi orang saat air terkontaminasi masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan kemudian menyerang otak.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mengatakan infeksi biasanya terjadi saat orang berenang atau menyelam di "tempat dengan air tawar hangat". Mikroba tersebut tidak bisa menginfeksi lewat air yang tertelan, dan tidak menular dari orang ke orang.
Mereka yang terinfeksi Naegleria fowleri menunjukkan sejumlah gejala termasuk demam, mual, muntah, leher kaku dan sakit kepala. Sebagian besar meninggal dunia dalam waktu seminggu.
Sebelumnya, kasus infeksi bakteri tersebut terkonfimrasi di negara bagian Florida awal tahun ini. Saat itu, petugas kesehatan di sana mengimbau warga menghindari kontak hidung dengan air dari keran dan sumber lain.
Editor: Arif Budiwinarto