Militer AS Beri Sinyal Serang Pelabuhan Iran di Sepanjang Selat Hormuz, Minta Warga Menjauh
WASHINGTON, iNews.id - Komando Pusat (Centcom) Amerika Setikat (AS) mengeluarkan peringatan kepada warga sipil Iran untuk menjauh dari fasilitas militer di sepanjang garis pantai Selat Hormuz.
Misi militer AS di Timur Tengah itu menuduh militer Iran menggunakan pelabuhan sipil di sepanjang Selat Hormuz untuk melakukan serangan.
"Centcom mendesak warga sipil di Iran untuk segera menghindari seluruh fasilitas pelabuhan tempat pasukan Angkatan Laut Iran beroperasi. Pekerja pelabuhan, personel administrasi, dan kru kapal komersial harus menghindari kapal AL Iran dan peralatan militer," bunyi peringatan Centcom di media sosial X, dikutip Kamis (12/3/2026).
Disebutkan pula, AL Iran menempatkan kapal dan peralatan militer di dalam pelabuhan sipil, yang mengancam nyawa orang-orang yang tidak bersalah serta pelayaran internasional.
Iran Tegaskan Tak Tutup Selat Hormuz, Tuduh AS dan Israel Biang Kerok Masalah
Pelabuhan sipil yang digunakan untuk tujuan militer kehilangan status perlindungan dan bisa menjadi sasaran militer yang sah berdasarkan hukum internasional.
Iran Beri Syarat Izinkan Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz: Usir Dubes AS dan Israel!
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji melenyapkan setiap kapal atau perahu yang berusaha memasang ranjau di Selat Hormuz. Bahkan Trump mengatakan sedang mempertimbangkan agat AS mengambil alih selat tersebut.
Pasar energi global mengalami gejolak sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap di Iran pada 28 Februari, menyebabkan kerusakan dan korban sipil. Iran merespons dengan menyerang fasilitas militer Israel dan AS di Timur Tengah.
Pengiriman minyak dan gas serta barang melalui Selat Hormuz hampir terhenti sejak perang tersebut. Selat ini merupakan jalur utama untuk ekspor minyak dan gas dari Teluk Persia, yang menyumbang sekitar 20 persen dari perdagangan minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair global.
Editor: Anton Suhartono