Militer Jepang Enggan Tembak Jatuh Rudal Korut saat Melintas di Negeri Sakura, Ini Alasannya
TOKYO, iNews.id – Rudal yang diluncurkan oleh Korea Utara, Selasa (4/10/2022) lalu, membuat Jepang gusar. Pasalnya, rudal itu melintasi bagian utara wilayah negeri sakura hingga mendorong peringatan dari pemerintah setempat kepada warga agar mencari tempat berlindung.
Kendati demikian, militer Jepang memilih untuk tidak menembak jatuh rudal yang diluncurkan oleh Korut itu. Alasannya, mereka tidak melihat adanya ancaman rudal tersebut akan jatuh di dalam wilayah Jepang. Hal itu diungkapkan Perdana Menteri Jepang, Fumio Kishida.
“Analisis data lintasan rudal, yang diperoleh oleh radar pasukan pertahanan yang berbeda, menunjukkan bahwa tidak ada ancaman jatuhnya rudal di wilayah Jepang, sehingga kami tidak mengambil tindakan apa pun untuk menghancurkannya,” kata Kishida di rapat Parlemen Jepang, Jumat (7/10/2022).
Pada Kamis (6/10/2022), Gabungan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Korea Selatan melaporkan bahwa Korut kembali meluncurkan dua rudal jarak pendek dari Distrik Samsok di Pyongyang. Masing-masing rudal itu ditembakkan pada pukul 06.01 dan 06.23 pagi kemarin waktu setempat.
Rusia Nilai Uji Coba Rudal Korut Makin Intensif gara-gara Aktivitas Militer AS di Kawasan
Pasukan Bela Diri Jepang (nama resmi angkatan bersenjata di negeri samurai—red) menyatakan bahwa kedua rudal itu jatuh di luar zona ekonomi eksklusif (ZEE) Jepang. Jangkauan masing-masing rudal adalah 350 km dan 800 km, dengan ketinggian maksimum 100 km dan 50 km. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan akibat peluncuran rudal itu.
Adapun rudal balistik yang diluncurkan Pyongyang pada Selasa lalu terbang dengan rekor jarak 4.600 km di atas Prefektur Aomori, Jepang Utara, dan jatuh di luar perairan teritorial 3.000 km sebelah timur Prefektur Iwate.
Editor: Ahmad Islamy Jamil