Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Alasan Jule Selingkuh Akhirnya Terungkap, Na Daehoon KDRT?
Advertisement . Scroll to see content

Miris! Suami Aniaya Istri Sampai Tewas di Jalanan, Penduduk Cuma Menonton

Senin, 02 November 2020 - 15:11:00 WIB
Miris! Suami Aniaya Istri Sampai Tewas di Jalanan, Penduduk Cuma Menonton
Tangkapan layar aksi kekerasan seorang pria terhadap istrinya di China yang memicu kemarahan. (foto: Weibo)
Advertisement . Scroll to see content

BEIJING, iNews.id - Aksi kekerasan seorang pria terhadap perempuan di China viral di media sosial. Insiden tersebut memicu kemarahan warganet yang menganggap tidak ada kepedulian masyarakat terhadap korban kekerasan.

Sejumlah foto dan video penganiayaan seorang pria terhadap perempuan--yang diduga sebagai istrinya--beredar luas di sosial media dan media lokal China.

Media pemerintah mengatakan insiden itu terjadi setelah pasangan suami istri yang baru menikah menabrak mobil saat mengendarai skuter listrik di Shuozhou City. Keduanya terlibat adu mulut yang berujung penganiayaan menyebabkan si perempuan tewas pada Sabtu (31/10/2020) pagi waktu setempat.

"Tersangka dalam tahanan pihak keamanan publik, dan kasusnya sedang diselidiki sepenuhnya," kata polisi dikutip dari Reuters, Senin (2/11/2020).

Yang menjadi perhatian--setelah video tersebar--adalah sikap para pejalanan kaki, pengendara sepeda, motor, termasuk anak-anak hanya menyaksikan penganiayaan tersebut tanpa berinisiatif melerai.

Rendahnya kepedulian pada korban kekerasan

Postingan media tentang insiden tersebut menarik puluhan ribu komentar, sebagian besar mengkritik kelambanan dan sikap lemah terhadap kekerasan dalam rumah tangga di beberapa sektor masyarakat China.

"Dia (pelaku) tidak memegang senapa mesin, kenapa tidak ada yang melangkah maju untuk memisahkannya?," tanya seorang warganet di kolom komentar.

China memperkenalkan undang-undang khusus yang mempindanakan kekerasan dalam rumah tangga pada 2015. Namun, para aktivis mengatakan kekerasan dalam keluarga masih sering diabaikan.

Laporan kekerasan dalam keluarga meningkat tiap tahun

Pada saat UU tersebut disahkan, Federasi Perempuan Seluruh China yang dikelola pemerintah memperkirakan sekitar satu dari empat perempuan di China mengalami kekerasan selama pernikahan mereka.

Pihak berwenang mengatakan mereka menerima pendaftaran laporan kekerasan dalam rumah tangga sekitar 40.000 sampai 50.000 pengaduan tiap tahun.

Pada 2017, pemerintah China berupaya mendorong kepedulian sesama untuk menekan kekerasan dalam rumah tangga dengan pemberlakukan UU "Good Samaritan". Undang-undang tersebut menghapus tanggung jawab sipil bagi mereka yang terlibat dalam membantu korban kekerasan maupun kecelakaan.

Editor: Arif Budiwinarto

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut