Misteri 2 Remaja Hilang Tanpa Jejak 21 Tahun Lalu Terkuak, Ternyata...
NASHVILLE, iNews.id - Misteri hilangnya dua remaja tanpa jejak 21 tahun lalu di Tennessee, Amerika Serikat (AS) sedikit terkuak. Mobil yang mereka kendarai terkahir kali telah ditemukan berada di dasar sungai dan mayat keduanya berada di dalam.
Penyelam scuba sekaligus Youtuber Jeremy Sides menemukan sebuah mobil yang dikendarai Erin Foster (18) dan Jeremy Bechtel (17) di Sungai Calfkiller. Keduanya dilaporkan menghilang tanpa jejak setelah pergi ke pesta di dekat Sparta, Tennessee, AS, 3 April 2000.
Sebelum dilaporkan menghilang, keduanya terlihat mengendarai mobil milik Erin, Pontiac 1998. Mirisnya, ada dua mayat masih berada di dalam mobil tersebut saat ditemukan.
Dalam video YouTube-nya tentang penemuan mengejutkan yang diposting di saluran Exploring With Nug miliknya, Jeremy terlihat sangat emosional. Dia bahkan tampak menangis menceritakan penemuan tersebut.
Dia mengaku melihat mobil di air keruh dengan sonar. Rekaman menunjukkan dia menyelam ke bawah mobil untuk melihat pelat nomor. Dia pun segera menyadari itu merupakan mobil Erin yang hilang.
"Itu mereka. Mereka pulang," teriaknya melalui snorkelnya.
Selanjutnya, dia segera naik ke darat. Saat itu juga dia tak bisa menahan air mata mengetahui apa yang terjadi.
"Saya senang dapat menemukannya tetapi juga sangat sedih karena di situlah mereka berakhir. Saya tidak percaya sudah lebih dari 20 tahun mereka duduk di sana menunggu seseorang untuk menemukan. Saya senang melakukannya," katanya sambil berkaca-kaca.
Polisi telah mengkonfirmasi sisa-sisa manusia ditemukan di dalam Pontiac tua. Kasus tersebut pun telah dibuka kembali setelah dua dekade tanpa petunjuk.
Ayah Erin, Cecil Foster mengatakan penemuan mobil hanya delapan mil dari rumah keluarga. Penemuan ini bahkan masih terasa mimpi baginya.
"Saya dan putra saya telah berkali-kali memacing di sungai itu sejak dia (Erin) hilang. Tepat di atas mobil, tapi airnya selalu keruh dan ada barang-barang di sana. Tidak mungkin kita bisa melihat mobil itu," katanya.
Editor: Umaya Khusniah