Model Cantik Rusia Dibunuh dan Rahimnya Hilang, Keluarga Minta Bantuan Erdogan
MOSKOW, iNews.id - Model cantik asal Rusia, Sofiya Lanshakova, dibunuh dan beberapa organ tubuhnya dijual di pasar gelap. Salah satu organ yang dijual adalah rahim.
Pembunuhan Sofiya terjadi saat dia dan keluarganya berlibur di Turki.
Kematian remaja 16 tahun itu hingga kini masih menjadi misteri. Polisi Turki dan Rusia mendalami bagaimana dia bisa meninggal.
Menurut sang ayah, Vyacheslav Lanshakov (38), Sofiya tiba-tiba mengeluh sakit saat liburan di Anatolia. Dokter di Turki kemudian mendiagnosis bahwa Sofiya menderita radang usus buntu akut. Beberapa hari kemudian Sofiya meninggal.
Orangtua korban menduga anak mereka dibunuh dan organ tubuhnya diambil dan dijual. Hal ini diketahui setelah pihak berwenang Rusia mendapati organ dalam Sofiya, termasuk rahim, hilang.
"(Mereka) Mencatat beberapa organ tidak ada, termasuk rahim," kata Lanshakov.
Dokter di Rusia mengatakan, Sofiya meninggal akibat peritonitis, sebuah kondisi yang tak dijelaskan oleh petugas medis di Turki.
Laporan forensik lengkap tentang kematiannya diperkirakan baru sampai di Rusia pada awal September.
“Diagnosis awal adalah radang usus buntu akut. Kami curiga bahwa itu transplantasi organ," tutur Lanshakov.
Kecurigaan bertambah karena jenazah putrinya terlambat sampai di Rusia.
"Apa yang dilakukan para dokter selama 9 jam?" ujarnya, penuh curiga.
Dia mengaku sudah menulis surat kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan meminta bantuan untuk menyelidiki kasus ini.
Sementara itu, ibu korban, Tatiana, menjelaskan, anaknya tampak ketakutan saat diperiksa di rumah sakit.
“Saya sedang duduk di pintu ruang perawatan intensif dan dia berteriak keras, 'Ibu, Ibu, saya sakit sekali'," ujarnya, menirukan perkataan Sofiya, namun keluarga dilarang masuk.
Dokter di klinik Anatolia sempat menyarankan agar orangtua mengirimnya ke rumah sakit di Ankara, namun tidak ada waktu lagi.
Sofiya pernah ambil bagian dalam pemilihan kontes kecantikan remaja di Krasnoyarsk, kota kelahirannya. Dia sudah menjadi model sejak anak-anak.
Editor: Anton Suhartono