Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir
Advertisement . Scroll to see content

Montenegro Jadi Negara Eropa Pertama Terbebas dari Corona, Ini Rahasianya

Selasa, 26 Mei 2020 - 13:26:00 WIB
Montenegro Jadi Negara Eropa Pertama Terbebas dari Corona, Ini Rahasianya
Dusko Maskovic (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

BEOGRADE, iNews.id - Montenegro menjadi negara pertama di Eropa yang terbebas dari virus corona.

Perdana Menteri Dusko Markovic mengatakan, seiring membaiknya kondisi, taman kanak-kanak (TK) dan bioskop akan dibuka kembali mulai pekan depan. Sementara lintas perbatasan baru dibuka pada 1 Juni.

Menurut dia, Montenegro akan membuka perbatasan dengan negara-negara yang memenuhi kriteria Lembaga Kesehatan Masyarakat negara tersebut, yakni memiliki kasus infeksi Covd-19 kurang dari 25 per 100.000 penduduk.

Negara yang masuk dalam kriteria tersebut adalah Kroasia, Slovenia, Austria, Jerman, Polandia, Republik Ceko, Hongaria, Albania, dan Yunani. Dia menegaskan para turis tidak perlu melakukan tes Covid-19.

Montenegro berjibaku melawan virus corona selama 68 hari. Selama periode itu, 324 orang dinyatakan positif, sembilan di antaranya meninggal dan 315 pulih.

Markovic mengungkap rahasia keberhasilan negaranya sukses melewati masa-masa berat ini.

Dia memuji langkah isolasi mandiri dan karantina selama 28 hari, serta kesadaran yang tinggi dari warganya sehingga pemerintah tidak perlu memberlakukan keadaan darurat atau jam malam.

"Kami bisa memenangkan pertempuran ini hanya dengan (bekerja) bersama warga, bukan melawan mereka. Kami tidak ingin warga melawan, tapi justru bersama kami, dan itu terbukti menjadi formula yang mujarab," ujarnya, dikutip dari Xinhua, Selasa (26/5/2020).

Menteri Kesehatan Kenan Hrapovic mengatakan, Montenegro merupakan negara Eropa terakhir yang mengonfirmasi kasus virus corona, namun yang paling pertama mengalahkan virus.

Dalam 24 jam terakhir, Montenegro menganalisis 140 sampel baru yang seluruhnya dinyatakan negatif.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut