Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : KSAL Ungkap 23 Prajurit Marinir Tertimbun Longsor di Cisarua Bandung Barat, 4 Ditemukan Tewas
Advertisement . Scroll to see content

Muhammad Ali Resmi Menjadi Nama Bandara Internasional di AS

Kamis, 17 Januari 2019 - 13:38:00 WIB
Muhammad Ali Resmi Menjadi Nama Bandara Internasional di AS
Bandara Internasional Muhammad Ali Louisville (Foto: Twitter/MPower)
Advertisement . Scroll to see content

LOUISVILLE, iNews.id - Badan Otoritas Bandara Regional Louisville di Negara Bagian Kentucky, Amerika Serikat (AS), mengubah nama bandara internasional di kota itu menjadi Muhammad Ali International Airport.

Perubahan nama dilakukan dengan pertimbangan untuk menghormati petinju legendaris itu yang lahir dan dibesarkan di Louisville.

Otoritas bandara regional mengubah nama tersebut setelah melalui voting pada Rabu (16/1/2019). Meski demikian, kode bandara yang terdiri dari tiga huruf tidak diubah, yakni tetap SDF (Standiford Field).

Wali Kota Greg Fischer mengatakan, Louisville beruntung memiliki Muhammad Ali. Kota ini, kata dia, merupakan satu-satunya kampung halaman bagi Ali dan keluarganya.

"Muhammad merupakan salah satu orang paling terkenal di Bumi dan telah meninggalkan warisan kemanusiaan dan olahraga yang telah mengilhami miliaran orang di dunia," ujarnya, dikutip dari Courier-Journal, Kamis (17/1/2019).

Keputusan untuk mengubah nama bandara ini merupakan hasil rekomendasi dari kelompok kerja yang sudah melalui proses studi selama lebih dari setahun.

Muhammad Ali merupakan pemegang gelar juara dunia kelas berat tiga kali. Dia meninggal pada 4 Juni 2016 di usia 74 tahun setelah menderita sakit pernapasan. Selain itu, selama bertahun-tahun, dia berjuang melawan sakit Parkinson.

Asal mula perubahan nama ini muncul dari petisi yang digagas seorang warga bernama Robert Holmes III yang mewakili Global Friends of Muhammad Ali. Petisi itu lalu dilanjutkan oleh kelompok muslim akar rumput di Louisville, MPower Change, setelah Muhammad Ali meninggal dunia. Mereka mengajukan petisi melalui Change.org.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut