Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Menlu Araghchi: Ada Pihak yang Ingin AS Serang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Amerika Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran

Selasa, 13 Januari 2026 - 06:52:00 WIB
Nah, Amerika Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
Kedutaan Besar Virtual Amerika Serikat di Iran menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran (Foto: Stasiun TV Pemerintah Iran via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Virtual Amerika Serikat (AS) di Iran menyerukan warganya untuk segera meninggalkan Iran. Seruan itu disampaikan Senin (12/1/2026) di tengah kemungkinan serangan AS ke Iran terkait demonstrasi besar-besaran yang mengguncang negara itu.

Kedubes menyatakan, jika warga AS tidak memungkinkan untuk meninggalkan Iran karena kondisi, mereka diimbau untuk membuat tempat aman dengan menyediakan persediaan makanan, air, dan obat-obatan.

"Warga AS harus mengantisipasi pemadaman internet berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, jika aman untuk melakukannya, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki," bunyi pernyataan kedubes, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (13/1/2026).

Selain itu kedubes mendesak warganya untuk mengurangi kebergantungan terhadap pemerintah AS untuk memfasilitasi kepergian dari Iran. Disebutkan pula, warga AS harus menjauh, menghindari, dan tidak terlibat dalam demonstrasi yang terjadi di Iran.

"Tindakan yang Harus Dilakukan: Tinggalkan Iran sekarang. Bikin rencana untuk meninggalkan Iran yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS. Jika Anda tidak bisa pergi, cari lokasi aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya. Siapkan persediaan makanan, air, obat-obatan, dan barang-barang penting lain. Hindari demonstrasi, tetap tenang, waspadai lingkungan sekitar," demikian isi pernyataan.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengancam akan menyerang Iran jika korban demonstran terus berjatuhan. Beberapa lembaga HAM internasional menyebut ratusan orang tewas selama demonstrasi yang telah berangsung 2 pekan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut